Erick Thohir Beberkan Strategi Baru Cegah Dualisme Kepengurusan Organisasi Pemuda
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengambil langkah tegas untuk mencegah munculnya dualisme kepengurusan di organisasi kepemudaan. Caranya melalui penerapan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelayanan Kepemudaan yang menekankan pentingnya transparansi dalam proses pemilihan kepemimpinan.
Erick menyampaikan hal ini usai mengukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Para Games 2026 di Surakarta. Menurutnya, aturan baru tersebut dirancang agar setiap proses pemilihan pemimpin organisasi kepemudaan beserta cabang-cabangnya berjalan terbuka dan menghasilkan keputusan terbaik. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong semangat transparansi ini sebagai fondasi utama.
Salah satu poin penting dari mekanisme baru ini adalah penghapusan proses pelantikan tambahan yang selama ini melibatkan birokrasi panjang dan biaya ekstra. Setelah kongres selesai, hasil pemilihan cukup disampaikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk diverifikasi. Kemenpora sendiri telah menjalin kesepakatan dengan Kementerian Hukum terkait mekanisme pendaftaran dan registrasi hasil kongres. Langkah ini diharapkan mampu menyederhanakan pengesahan kepengurusan sekaligus menekan potensi konflik internal.
Erick menuturkan bahwa hasil kongres akan langsung didaftarkan dan diregistrasikan melalui mekanisme yang telah disepakati. Dengan cara itu, ia optimistis dualisme kepengurusan dapat terus dikurangi. Ia juga mengingatkan agar pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil kongres tidak menyelenggarakan kongres tandingan. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak sehat dan justru merugikan organisasi.
Bagi masyarakat, khususnya generasi muda, kebijakan ini berdampak langsung pada terciptanya organisasi kepemudaan yang lebih solid dan terpercaya. Konflik kepengurusan selama ini kerap menghambat peran organisasi dalam mengembangkan potensi serta meningkatkan kapasitas pemuda. Dengan tata kelola yang baik dan persatuan yang terjaga, program-program kepemudaan diharapkan berjalan lebih optimal dan mampu meningkatkan daya saing generasi muda di tingkat global.
Pesan ini disampaikan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Oktober, yang menjadi momentum memperkuat persatuan pemuda dari berbagai daerah. Erick berharap organisasi kepemudaan dapat menjalankan perannya secara maksimal dengan mengedepankan persatuan dan tata kelola yang baik. Ia menegaskan tidak ada bangsa yang bisa membangun jika organisasi kepemudaannya terpecah-pecah, sehingga hal ini harus terus dikawal bersama.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.