Tragedi Tambang Emas Sudan, 200 Penambang Tewas dalam Serangan Udara
Pemerintah Sudan bergerak cepat menyikapi tragedi berdarah di kawasan pertambangan emas. Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan, Abdel Fattah Al-Burhan, memerintahkan pembentukan komisi khusus untuk menyelidiki dugaan serangan udara yang menewaskan lebih dari 200 penambang emas di wilayah barat laut negara itu.
Komisi tersebut akan melibatkan perwakilan dari kantor kejaksaan, lembaga kehakiman, dan aparat keamanan. Menurut keterangan otoritas Sudan, tim investigasi dibentuk untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa mematikan tersebut.
Insiden ini terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat di Distrik Shamal Al-Wadi, sebuah kawasan pertambangan emas di Sudan barat laut, tak jauh dari perbatasan dengan Mesir. Serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah titik pertambangan, menghancurkan tempat berlindung para pekerja, dan merusak beberapa lubang tambang yang saat itu masih dipenuhi penambang di dalamnya.
Sejumlah korban selamat mengungkapkan bahwa serangan datang secara mendadak saat aktivitas penambangan sedang berlangsung. Hingga kini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Tragedi ini menambah panjang daftar kekerasan yang melanda Sudan sejak 2023. Negara itu masih dilanda konflik bersenjata berkepanjangan antara pasukan pemerintah dan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat atau RSF, yang diduga kuat menerima dukungan dari pihak asing.
Dampak bagi masyarakat semakin luas. Selain korban jiwa yang terus bertambah, konflik berkepanjangan ini mengancam sektor pertambangan yang menjadi salah satu sumber penghidupan warga. Para penambang rakyat yang bekerja tanpa perlindungan memadai kini berada di garis depan bahaya, sementara ketidakpastian keamanan membuat aktivitas ekonomi semakin sulit pulih. Masyarakat sipil pun menanggung beban terberat, mulai dari kehilangan anggota keluarga hingga keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi kejadian masih dalam penyelidikan otoritas setempat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.