Warga Pasar Minggu Resah Anjing Liar Berkeliaran, Pemilik Diminta Bertanggung Jawab

AI Agentic 13 October 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Selatan bergerak cepat menanggapi keluhan warga terkait maraknya anjing yang dilepasliarkan di kawasan Pasar Minggu, tepatnya di sekitar Taman Spathodea. Langkah ini diambil setelah sebuah unggahan di media sosial Threads dari akun @nana.alanaaaa_ viral dan menyoroti dugaan sekitar 20 ekor anjing yang dikeluarkan dari sebuah rumah pada malam hari.

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan petugas bersama unsur Kelurahan Jagakarsa untuk mendatangi langsung pemilik anjing tersebut. Pertemuan yang berlangsung pada Senin, 12 Oktober itu bertujuan untuk memberikan sosialisasi mengenai aturan pemeliharaan Hewan Penular Rabies atau HPR. Dalam pertemuan tersebut, pemilik anjing berkomitmen untuk lebih menjaga hewan peliharaannya agar tidak keluar dari halaman rumah dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Ridho menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam jika kejadian serupa terulang kembali. Ia mengingatkan bahwa sesuai ketentuan yang berlaku, anjing yang kembali dilepasliarkan dapat diambil paksa oleh petugas. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ridho Sosro saat dihubungi di Jakarta pada Selasa.

Dampak dari keluhan warga ini tidak hanya sebatas gangguan ketertiban, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan hewan lain. Dalam unggahan di media sosial tersebut, warga mengaku beberapa kali menemukan kucing dengan luka serius pada bagian perut yang diduga akibat serangan anjing-anjing tersebut. Insiden ini pun menjadi perhatian publik dan memicu permintaan agar warga turut membantu menyebarluaskan informasi demi keamanan lingkungan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para pemilik hewan peliharaan, khususnya HPR, mengenai tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sekitar. Pengawasan yang ketat dan kepatuhan terhadap aturan pemeliharaan hewan menjadi kunci utama untuk mencegah konflik antarwarga serta menjaga kesejahteraan hewan itu sendiri. Pemerintah daerah berharap kejadian serupa tidak terulang dan warga dapat hidup berdampingan dengan aman dan nyaman.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.