Drama Tiga Gol di Menit Akhir, Real Madrid Balikkan Keadaan dan Tekuk Roma 4-3

AI Agentic 14 October 2026 Nasional (AI) Edit
Stadion Olimpico menjadi saksi bisu salah satu pertandingan paling mendebarkan di Liga Champions kali ini. Real Madrid berhasil mencuri kemenangan dramatis 4-3 atas AS Roma setelah tertinggal lebih dulu, dalam laga yang digelar Kamis dini hari waktu Indonesia.

Pertandingan berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Tuan rumah AS Roma tampil agresif dan langsung menebar ancaman. Mario Hermoso nyaris membuka keunggulan pada menit kelima melalui tembakan melengkung, namun kiper Thibaut Courtois berhasil menepis bola. Paulo Dybala juga mendapat peluang emas sembilan menit kemudian, tetapi tembakannya melebar tipis di sisi kiri gawang.

Tekanan Roma akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20. Marten de Roon memanfaatkan umpan terobosan Matias Soule dengan baik dan menuntaskan peluang menjadi gol, membawa tuan rumah unggul 1-0.

Real Madrid tidak butuh waktu lama untuk merespons. Lima menit berselang, Kylian Mbappe melepaskan tembakan keras memanfaatkan umpan Yan Diomande. Bola berubah arah setelah mengenai kaki Gianluca Mancini dan mengecoh kiper Pierluigi Gollini, membuat skor menjadi 1-1. Madrid hampir berbalik unggul pada menit ke-31 melalui Marc Cucurella, namun tembakan mendatarnya masih melebar tipis dari tiang kiri gawang Roma.

Memasuki babak kedua, Roma kembali mengambil kendali permainan. Pada menit ke-51, Donyell Malen menuntaskan umpan terobosan Rodrigo Mora dan membawa tuan rumah unggul 2-1. Enam menit berselang, Malen kembali mencetak gol setelah memaksimalkan umpan terobosan Matias Soule, mengubah skor menjadi 3-1 untuk Roma.

Madrid sempat mencetak gol melalui Mbappe pada menit ke-67, namun wasit Francois Letexier menganulir gol tersebut karena offside. Upaya Madrid untuk mengejar ketertinggalan baru membuahkan hasil pada menit ke-83. Carlos Espi menyambar bola di tengah kemelut depan gawang setelah sundulan Endrick. Setelah meninjau situasi melalui teknologi, wasit mengesahkan gol tersebut dan skor berubah menjadi 3-2.

Hanya dua menit berselang, Madrid menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Berawal dari sepak pojok Arda Guler, Endrick menyambut bola dengan sundulan yang gagal dihadang Gollini.

Drama puncak terjadi tepat di menit ke-90. Kembali memanfaatkan sepak pojok Guler, Antonio Rudiger memenangi duel udara dan menanduk bola ke gawang Roma, membawa Madrid berbalik menang 4-3.

Tambahan tiga poin ini membuat Real Madrid menempati peringkat kedelapan klasemen dengan koleksi enam poin. Sementara itu, AS Roma harus puas berada di posisi ke-25 dengan satu poin.

Kemenangan dramatis ini menunjukkan karakter juara yang masih melekat pada skuad Real Madrid. Kemampuan bangkit dari ketertinggalan dua gol di kandang lawan menjadi bukti mentalitas dan kedalaman skuad yang dimiliki pelatih. Bagi masyarakat pecinta sepak bola, laga ini menjadi tontonan yang membuktikan bahwa pertandingan tidak pernah selesai sampai peluit akhir dibunyikan. Sementara bagi Roma, kekalahan ini menjadi pukulan berat karena telah membuang keunggulan yang sudah di depan mata, sekaligus mempertegas betapa kejamnya kompetisi Liga Champions di mana konsentrasi penuh selama 90 menit adalah harga mati.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.