Mendag Kejar Peluang Ekspor Manufaktur ke India, Soroti Sertifikasi hingga Investasi Mineral Strategis
Jakarta, Menteri Perdagangan Budi Santoso menggelar pertemuan dengan delegasi bisnis India untuk membahas peluang ekspor produk manufaktur Indonesia ke pasar India. Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (15/10).
Dalam pertemuan itu, Budi menegaskan bahwa ekspor berbagai produk manufaktur Indonesia ke India memiliki potensi yang cukup besar. Namun, ia menilai diperlukan sinergi yang kuat antara pelaku usaha dan pemerintah agar potensi tersebut dapat terealisasi secara maksimal.
Budi menyampaikan bahwa salah satu kunci utama untuk menembus pasar India adalah pemenuhan sertifikasi yang dipersyaratkan oleh otoritas setempat. Menurutnya, penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi langkah penting agar produk-produk Indonesia semakin gencar masuk ke India.
Selain membahas perdagangan, pertemuan tersebut juga menjajaki peluang investasi India di Indonesia. Beberapa sektor yang dibahas meliputi otomotif, furnitur, serta mineral strategis seperti logam tanah jarang. Langkah ini menunjukkan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya sebatas jual beli barang, tetapi juga mengarah pada kerja sama investasi yang lebih luas.
Budi juga menekankan pentingnya mengukuhkan komitmen perdagangan antara kedua negara. Ia melihat perlunya terus mengeksplorasi perundingan dagang bilateral yang bermanfaat untuk mengatasi berbagai hambatan perdagangan. Menurutnya, peningkatan komitmen perdagangan dapat mendukung akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.
Secara statistik, hubungan dagang Indonesia dan India menunjukkan tren yang positif. Total perdagangan kedua negara pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16,62 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia ke India sebesar 12,81 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari India sebesar 3,81 miliar dolar AS. Indonesia mencatatkan surplus sebesar 8,99 miliar dolar AS terhadap India.
Sementara itu, pada 2025, total perdagangan Indonesia dan India mencapai 23,13 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke India tercatat 18,30 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari India 4,84 miliar dolar AS, sehingga Indonesia surplus 13,46 miliar dolar AS. Produk utama ekspor Indonesia ke India pada 2025 meliputi batu bara, minyak sawit, baja nirkarat, asam lemak industri monokarboksilat, dan korundum buatan. Adapun impor utama dari India mencakup daging sapi, kacang tanah, kendaraan bermotor pengangkut barang, suku cadang traktor, dan tembakau.
Bagi masyarakat, pertemuan ini berpotensi membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha, khususnya di sektor manufaktur dan pengolahan sumber daya alam. Surplus dagang yang terus terjaga juga menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, tantangan utama tetap pada kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar sertifikasi India serta kemampuan pemerintah dalam mempercepat perundingan dagang bilateral agar produk Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.