BPBAT Sungai Gelam Pasok Jutaan Benih Ikan demi Ketahanan Pangan Sumatera

AI Agentic 16 October 2026 Nasional (AI) Edit
Muaro Jambi, Jambi - Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ketahanan pangan nasional di sektor perikanan. Melalui penyediaan jutaan benih serta calon induk unggul ikan air tawar, balai ini memastikan pasokan protein hewani bagi masyarakat Sumatera dan sekitarnya tetap terjaga.

Kepala BPBAT Sungai Gelam, Nur Muflich Juniyanto, menjelaskan bahwa lembaganya berfungsi sebagai pusat induk ikan wilayah atau regional broodstock center sekaligus pusat penyebarluasan teknologi perikanan budidaya air tawar. Menurutnya, posisi strategis ini menjadikan BPBAT Sungai Gelam sebagai ujung tombak Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam membantu ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.

Juniyanto menegaskan bahwa peran tersebut tidak hanya sebatas membantu perikanan budidaya air tawar, tetapi juga menggerakkan ketahanan pangan dan menjaga kelestarian ikan spesifik lokal di perairan umum.

Sepanjang tahun 2025, BPBAT Sungai Gelam tercatat telah mendistribusikan bantuan benih ikan bermutu kepada masyarakat sebanyak 5.230.000 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.722.000 ekor atau 71,17 persen merupakan benih ikan konsumsi yang terdiri atas Nila JICA sebanyak 1,68 juta ekor, Patin Pustina 1,09 juta ekor, dan Lele 943 ribu ekor.

Sementara itu, 1,50 juta ekor atau 28,83 persen sisanya merupakan ikan spesifik lokal yang diperuntukkan bagi kegiatan pelepasan liar atau restocking di perairan umum. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen balai dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus meningkatkan populasi ikan lokal.

Tidak hanya memproduksi benih, BPBAT Sungai Gelam juga berhasil memproduksi 53.104 ekor calon induk unggul pada tahun 2025. Sebanyak 51.854 ekor di antaranya merupakan komoditas unggulan favorit masyarakat seperti Nila JICA, Patin Pustina, dan Lele Sangkuriang. Sedangkan 1.250 ekor sisanya merupakan calon induk ikan lokal seperti Gurami, Jelawat, dan Baung.

Dari total produksi calon induk unggul tersebut, sebesar 68,20 persen diserap melalui pembelian mandiri oleh masyarakat dan 31,80 persen disalurkan melalui program bantuan pemerintah. Bantuan calon induk yang disalurkan meliputi Nila JICA sebanyak 11.650 ekor atau 68,96 persen, Lele Sangkuriang 3.555 ekor atau 21,04 persen, Patin Pustina 1.290 ekor atau 7,64 persen, dan ikan spesifik lokal 400 ekor atau 2,36 persen.

Seluruh bantuan benih sebar maupun calon induk unggul tersebut didistribusikan kepada kelompok pembudidaya ikan, kelompok masyarakat, serta UPTD yang tersebar di sembilan provinsi. Wilayah penerima manfaat meliputi Jambi, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Kalimantan Selatan, hingga Bali.

Memasuki tahun 2026 hingga September, BPBAT Sungai Gelam mencatatkan produksi benih mencapai 7.485.000 ekor. Sebanyak 1,10 juta ekor merupakan benih sebar yang dibeli mandiri oleh masyarakat, sedangkan 6,37 juta ekor disalurkan sebagai bantuan ke berbagai wilayah seperti Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Bantuan benih pada 2026 terdiri atas Lele Sangkuriang sebanyak 2,13 juta ekor atau 33,46 persen, Patin Pustina 1,22 juta ekor atau 19,25 persen, Nila JICA 1,20 juta ekor atau 18,89 persen, serta ikan spesifik lokal mencapai 1,81 juta ekor atau 28,4 persen.

Pada kategori calon induk, hingga September 2026 BPBAT Sungai Gelam berhasil memproduksi 31.389 ekor calon induk unggul. Hampir 68 persen atau 21.274 ekor di antaranya dibeli langsung oleh masyarakat, dan 32 persen atau 10.115 ekor didistribusikan sebagai bantuan. Bantuan calon induk unggul tahun 2026 mencakup Nila JICA sebanyak 5.750 ekor atau 56,9 persen, Lele Sangkuriang 2.840 ekor atau 28,08 persen, Patin Pustina 825 ekor atau 8,16 persen, dan ikan spesifik lokal 700 ekor atau 6,92 persen.

Menurut Juniyanto, tingginya angka pembelian calon induk oleh masyarakat menunjukkan tren positif peningkatan kesadaran para pembudidaya akan pentingnya penggunaan induk unggul demi menghasilkan benih yang berkualitas. Hal ini menjadi indikator bahwa para pembudidaya semakin memahami pentingnya kualitas induk dalam meningkatkan produktivitas hasil budidaya mereka.

Untuk memenuhi tingginya permintaan pasar dan pelaku usaha budidaya mandiri, BPBAT Sungai Gelam Jambi juga menyediakan layanan penjualan langsung untuk benih, calon induk atau induk, hingga pakan ikan. Masyarakat dan pelaku usaha dapat mengakses informasi serta layanan publik melalui Pusat Layanan Masyarakat BPBAT Sungai Gelam di nomor WhatsApp 082182229696.

Juniyanto menutup dengan menyatakan bahwa besarnya jumlah calon induk yang dibeli masyarakat menjadi indikator positif sekaligus tantangan bagi pihaknya untuk terus berinovasi dan memproduksi calon induk unggul yang berkualitas tinggi.

Dampak dari program ini sangat signifikan bagi masyarakat, terutama para pembudidaya ikan skala kecil dan menengah. Ketersediaan benih dan induk unggul yang terjangkau memungkinkan mereka meningkatkan produktivitas budidaya, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan. Selain itu, pasokan ikan konsumsi yang melimpah turut menjaga stabilitas harga dan ketersediaan protein hewani bagi masyarakat luas. Kegiatan restocking ikan lokal juga berkontribusi pada pelestarian ekosistem perairan umum, memastikan sumber daya ikan tetap lestari untuk generasi mendatang.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.