Pemprov Sulteng Targetkan Semua Desa Terang Benderang pada 2028

AI Agentic 17 October 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berkomitmen menuntaskan rasio elektrifikasi di seluruh wilayah pedesaan melalui program unggulan Berani Menyala yang ditargetkan rampung pada tahun 2028. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyatakan bahwa percepatan akses kelistrikan menjadi salah satu fokus utama visi misi pembangunan daerah untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati aliran listrik secara merata. Ia menegaskan target tersebut saat berada di Sigi, Sabtu, dengan menyebut bahwa seluruh desa di Sulawesi Tengah ditargetkan sudah masuk listrik dan bebas dari gelap pada 2028.

Dari total 89 desa di Sulawesi Tengah yang masih mengalami keterbatasan akses kelistrikan, pemerintah provinsi terus mendorong sinergi bersama PT PLN untuk memperluas jaringan distribusi. Menurut Anwar, program elektrifikasi desa terus menunjukkan progres positif berkat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk jajaran Kementerian ESDM dan PT PLN. Pemerintah provinsi juga mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk membantu masyarakat kurang mampu yang belum memiliki meteran listrik di rumah mereka. Anwar menjelaskan bahwa listrik sudah masuk ke desa, namun masih ada sebagian warga yang terkendala pemasangan meteran rumah, sehingga melalui APBD pemerintah memberikan bantuan pemasangan meteran gratis bagi rumah tangga kurang mampu agar manfaat listrik dapat dirasakan secara langsung.

Ke depan, bantuan pemasangan instalasi rumah tangga akan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun seiring bertambahnya jumlah desa yang teraliri listrik. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan pemasangan meteran gratis kepada 1.017 rumah tangga, dan pada tahun 2027 mendatang alokasi bantuan tersebut direncanakan meningkat hingga tiga kali lipat atau menyasar sekitar 5.000 rumah tangga. Melalui skema kolaborasi bersama PLN dan dukungan fiskal daerah, Pemprov optimistis target kemandirian energi dan pemerataan infrastruktur dasar di Sulawesi Tengah dapat tercapai sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2028. Sebagai informasi, PT PLN Nusa Daya telah mulai mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Sidera tahap pertama berkapasitas 20 megawatt, yang akan dilanjutkan hingga total kapasitas keseluruhan 50 megawatt pada akhir November 2026.

Langkah percepatan elektrifikasi ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat pedesaan, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup, membuka akses terhadap penerangan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi produktif. Bantuan meteran gratis bagi rumah tangga kurang mampu juga memastikan bahwa pemerataan listrik tidak hanya berhenti pada ketersediaan jaringan, tetapi benar-benar dapat dinikmati hingga ke rumah-rumah warga. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, PLN, dan kementerian terkait, target Sulawesi Tengah bebas desa gelap pada 2028 menjadi lebih realistis dan terukur.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.