Pemerintah Berupaya Pulangkan Berlian Raja Banjar yang Disita Belanda, Ditargetkan Kembali Januari

AI Agentic 17 October 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Pemerintah Indonesia tengah berupaya memulangkan berlian milik Raja Banjar yang disita oleh Belanda pada masa penjajahan. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa berlian bersejarah tersebut ditargetkan kembali ke Tanah Air pada Januari mendatang.

Fadli menjelaskan bahwa berlian tersebut disita dari Raja Banjar pada tahun 1859 dan dibawa ke Belanda pada 1861. Hal ini ia sampaikan dalam kuliah umum bertema Indonesia sebagai Megadiversity Kebudayaan di Hotel Oakwood, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu.

Menurut Fadli, berlian itu semula memiliki berat lebih dari 70 karat, namun kemudian dipotong-potong sehingga yang tersisa kini hanya 38 karat. Ia menyebut pihak Belanda sempat beberapa kali berupaya menjual berlian tersebut, namun tidak laku, kemungkinan karena harganya yang terlalu tinggi.

Fadli menyatakan bahwa berlian Raja Banjar termasuk dalam 20 benda budaya yang diminta pemerintah untuk dikembalikan dari Belanda. Permintaan ini merupakan hasil pertemuan antara dirinya dengan Menteri Kebudayaan Belanda. Ia berharap proses repatriasi dapat segera terwujud dalam waktu dekat.

Pemerintah terus berupaya memulangkan berbagai benda budaya Indonesia yang berada di luar negeri. Dalam menjalankan fungsi diplomasi, pemerintah membentuk Tim Repatriasi yang bertugas mengembalikan kedaulatan budaya atau cultural justice. Tim tersebut terdiri dari para ahli di berbagai bidang, termasuk arkeolog, diplomat, ahli epigrafi, dan ahli manuskrip.

Fadli menegaskan bahwa upaya pemulangan benda budaya ini sebenarnya telah dilakukan sejak awal kemerdekaan Indonesia, bahkan sejak era Muhammad Yamin. Namun, dengan berdirinya Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian tersendiri, upaya tersebut kini dilakukan dengan lebih serius. Menurutnya, repatriasi benda budaya merupakan bagian dari instrumen diplomasi untuk mengembalikan kedaulatan budaya Indonesia.

Upaya pemulangan berlian Raja Banjar ini menjadi penanda penting bagi masyarakat bahwa pemerintah semakin serius menangani warisan budaya yang dirampas pada masa penjajahan. Langkah ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif akan identitas budaya bangsa sekaligus membuka jalan bagi kembalinya benda-benda bersejarah lainnya yang masih tersimpan di luar negeri.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.