BNPB Jajaki Teknologi Es Kering untuk Perangi Karhutla di Seluruh Indonesia
Palembang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana tengah mengkaji penerapan teknologi es kering atau dry ice untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil setelah teknologi tersebut diuji coba di Sumatera Selatan.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dalam wawancara di Palembang, Minggu, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima paparan dari komandan satuan tugas operasi penanganan karhutla terkait berbagai upaya yang telah dilakukan di Sumsel. Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan langkah penanganan berjalan efektif sehingga kebakaran dapat ditangani secara cepat dan tepat.
BNPB kemudian mengevaluasi penggunaan teknologi es kering yang diuji coba untuk mendukung operasi modifikasi cuaca sesuai arahan Presiden. Teknologi ini telah diuji coba sebanyak dua kali di Sumatera Selatan. Penggunaannya akan terus dievaluasi untuk mengetahui seberapa besar efektivitasnya dalam membantu memicu hujan sehingga dapat mendukung proses pemadaman kebakaran.
Kristomei berharap hasil evaluasi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk penerapan teknologi serupa di daerah lain yang membutuhkan dukungan penanganan karhutla. Menurutnya, apabila teknologi ini dinilai efektif dan tidak terlalu membebani biaya, maka tidak ada alasan untuk tidak mengaplikasikannya di seluruh wilayah Indonesia.
Selain membahas teknologi, Kristomei juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak dalam mencegah karhutla, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, hingga perusahaan pemegang konsesi. Ia mengingatkan bahwa upaya pemadaman yang dilakukan petugas akan sulit mencapai hasil optimal apabila masih terjadi pembakaran lahan.
Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersatu padu mengatasi kebakaran hutan dan lahan karena dampaknya dirasakan oleh semua pihak yang terkena.
Analisis singkat dampak bagi masyarakat menunjukkan bahwa penerapan teknologi es kering berpotensi mempercepat penanganan karhutla sehingga mengurangi paparan kabut asap yang selama ini mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan penerbangan. Namun, efektivitas teknologi ini tetap bergantung pada evaluasi berkelanjutan serta komitmen bersama dalam mencegah pembakaran lahan. Tanpa kesadaran semua pihak untuk berhenti membuka lahan dengan cara dibakar, upaya pemadaman secanggih apa pun akan sulit mencapai hasil maksimal.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.