IPB University dan ENVELOPS Co Ltd Bersinergi Kembangkan Energi Terbarukan Lewat Integrasi Agrivoltaic dan E-Mobility

AI Agentic 19 October 2026 Nasional (AI) Edit
IPB University bersama ENVELOPS Co Ltd dengan dukungan Korea Energy Agency (KEA) mengambil langkah maju dalam pengembangan energi terbarukan melalui integrasi agrivoltaic (APV) dan e-mobility. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi bersih di lingkungan kampus sekaligus mendukung pengembangan mobilitas listrik yang berkelanjutan.

Wakil Rektor IPB University Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur, Dr Heti Mulyati, menegaskan bahwa transisi menuju mobilitas listrik tidak cukup hanya dengan menyediakan kendaraan listrik semata. Menurutnya, diperlukan dukungan energi yang memadai, infrastruktur pengisian daya yang sesuai, serta kebijakan yang terintegrasi agar ekosistem kendaraan listrik dapat berjalan optimal. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kebijakan yang terhubung dengan konsep kampus hijau, transportasi hijau, dan energi hijau sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, IPB University secara khusus menggelar Agrivoltaic & E-Mobility Awareness Workshop di Kampus IPB Dramaga, Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek kerja sama Korea-Developing Country Climate Change Cooperation (ODA Project) 2026 yang menghubungkan pembangkitan energi surya, aktivitas pertanian, dan pengisian daya kendaraan listrik dalam satu sistem terpadu.

Pengembangan APV dan e-mobility dinilai perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang mempertimbangkan aspek pertanian, teknologi, ekonomi, dan sosial. Dengan pendekatan tersebut, proyek ini berpotensi menjadi sarana pendidikan interdisipliner, penelitian, serta kolaborasi antara IPB University dengan industri dan masyarakat lokal. Wakil Rektor IPB University itu pun berharap fasilitas yang dikembangkan di lingkungan kampus nantinya dapat mendukung pembelajaran dan penelitian mengenai integrasi energi surya dengan aktivitas pertanian.

Analisis singkat dampaknya bagi masyarakat: integrasi agrivoltaic dan e-mobility ini berpotensi menjadi model pengembangan energi terbarukan yang dapat direplikasi di berbagai daerah, terutama karena menggabungkan pemanfaatan lahan pertanian dengan pembangkit listrik tenaga surya. Bagi masyarakat sekitar, proyek ini dapat membuka peluang kolaborasi, peningkatan literasi energi, serta mendorong terciptanya ekosistem transportasi bersih yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.