Polda Metro Jaya Pastikan Ledakan Pasar Cimanggis Bukan Bom, Polisi Tunggu Hasil Labfor
Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan bahwa peristiwa ledakan yang terjadi di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, bukan disebabkan oleh bom maupun bahan peledak lainnya. Kepastian ini disampaikan setelah tim Penjinak Bom Satuan Brigade Mobil Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto menyatakan bahwa hasil pemeriksaan tim penjinak bom menyimpulkan tidak ada bom maupun bahan peledak dalam insiden tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan sumber pasti penyebab ledakan.
Menurut Budi, laboratorium forensik tengah menganalisis apakah ledakan disebabkan oleh gas LPG atau gas etilen yang memicu terjadinya ledakan dan kebakaran. Hingga kini, hasil ilmiah dari Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri belum diterima dan akan disampaikan kepada publik setelah pemeriksaan selesai.
Di samping itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti insiden, termasuk kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian. Polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk mendukung penyelidikan.
Berdasarkan data sementara, insiden ini menimbulkan 13 korban, terdiri dari 11 orang luka-luka dan dua orang meninggal dunia. Lima korban dirawat di RS Sari Asih, lima korban di RSUD Tangerang Selatan, dan tiga lainnya di RS Fatmawati. Dari 11 korban luka, empat di antaranya mengalami luka berat dan tujuh lainnya luka ringan.
Fokus utama kepolisian saat ini adalah penanganan dan pemulihan para korban luka akibat insiden tersebut. Tim Disaster Victim Identification juga dikerahkan untuk membantu proses identifikasi korban.
Analisis singkat dampak bagi masyarakat: Kepastian bahwa ledakan bukan akibat bom sedikit meredakan kekhawatiran warga akan ancaman terorisme di ruang publik. Namun, insiden ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap instalasi gas di area pasar dan fasilitas umum. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap potensi kebocoran gas serta memastikan prosedur keselamatan di lingkungan dagang berjalan baik, sementara pemerintah daerah didorong meningkatkan inspeksi keselamatan di pasar-pasar tradisional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.