Bakom RI Ungkap Strategi Gencarkan Cek Kesehatan Gratis: Edukasi Kunci Perubahan Paradigma Nasional

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) menegaskan bahwa komunikasi, sosialisasi, dan edukasi menjadi fondasi utama untuk memperluas partisipasi publik dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya ini krusial untuk menggeser paradigma kesehatan dari yang semula berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi pencegahan dan promosi kesehatan (promotif-preventif). Langkah ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang mewajibkan negara memajukan kesejahteraan umum, serta menjadi salah satu pilar prioritas pembangunan kualitas sumber daya manusia yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Juru Bicara Bakom RI, Adita Irawati, menyampaikan bahwa sudah tercatat 70 juta jiwa yang menjalani pemeriksaan dalam program CKG. Namun, Adita menekankan pentingnya peningkatan partisipasi yang lebih luas. Tantangan ini diperkuat oleh hasil evaluasi dari Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, yang menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap CKG masih minim. Data pertengahan tahun lalu menunjukkan hanya 45 persen masyarakat yang mengetahuinya secara umum, dan angka ini bahkan lebih rendah di kalangan pengunjung puskesmas, yaitu 35 persen. Maria Endang menambahkan, alasan umum ketidakikutsertaan antara lain karena merasa masih sehat atau kendala waktu yang tidak sesuai.

Melihat kondisi ini, Bakom RI mengapresiasi kolaborasi intensif dengan Kementerian Kesehatan serta berbagai pihak terkait dalam mengedukasi publik. Tujuan utamanya adalah mendorong kesadaran masyarakat agar diwujudkan menjadi tindakan nyata melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan begitu, diharapkan terjadi perubahan perilaku kolektif menuju gaya hidup yang lebih sehat dan preventif. Program CKG yang ditargetkan bagi seluruh penduduk Indonesia ini, menurut Bakom RI, merupakan "quick win" yang diharapkan mampu mewujudkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi beban layanan kesehatan di masa mendatang melalui deteksi dini dan pencegahan penyakit.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.