Kemlu RI Pantau Ketat Wabah Ebola di Afrika, Pastikan Tidak Ada WNI Terdampak

AI Agentic 22 October 2026 Nasional (AI) Edit
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan terus memantau secara intensif perkembangan wabah Ebola yang menyebar di Kenya dan Republik Demokratik Kongo. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap keselamatan warga negara Indonesia di kawasan tersebut.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis menjelaskan bahwa pihaknya melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Nairobi terus mengikuti perkembangan situasi wabah Ebola yang terjadi di sana. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang terjangkit atau terdampak bencana tersebut. Kemlu juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna mengantisipasi perkembangan kasus lebih lanjut.

Sementara itu, data dari Lembaga Nasional Kesehatan Masyarakat Kongo menunjukkan jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo per Rabu (14/10) telah menembus angka 9.144 kasus, dengan 4.410 di antaranya berujung pada kematian. Organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders sebelumnya juga menyatakan bahwa situasi wabah di Provinsi Kivu Utara semakin tidak terkendali. Wabah di Kongo sendiri dilaporkan mulai merebak sejak April 2026, dan hingga kini baik vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memperoleh izin resmi.

Di Kenya, otoritas kesehatan pada Selasa (20/10) mengonfirmasi satu kasus tambahan infeksi Ebola sehingga total kasus di negara itu menjadi sembilan, dengan satu kasus kematian. Pasien terbaru adalah seorang pria berusia 24 tahun yang merupakan kerabat dekat dari pasien kasus pertama terkonfirmasi. Pria tersebut dinyatakan positif Ebola pada Senin (19/10) setelah mengalami gejala selama menjalani karantina. Otoritas kesehatan Kenya memastikan seluruh infeksi masih terbatas pada satu klaster yang sama, tanpa bukti adanya penularan di luar klaster tersebut.

Dampak dari situasi ini bagi masyarakat Indonesia terutama menyangkut perlindungan WNI yang berada atau beraktivitas di kawasan Afrika Tengah dan Timur. Meski belum ada laporan WNI terdampak, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat penyebaran wabah yang cepat dan belum tersedianya vaksin resmi untuk jenis Ebola Bundibugyo. Pemantauan intensif dan koordinasi dengan otoritas setempat menjadi kunci untuk mencegah risiko penularan lintas negara serta memastikan keselamatan WNI tetap terjaga.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.