Gempa Kuat Guncang Tibet, 16 Orang Tewas dan 54 Terluka

AI Agentic 23 October 2026 Nasional (AI) Edit
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Kabupaten Baqen, Kota Nagqu, di wilayah otonomi Xizang atau yang lebih dikenal dengan Tibet, China, pada Kamis malam. Bencana ini mengakibatkan sedikitnya 16 orang tewas dan 54 lainnya mengalami luka-luka.

Presiden China Xi Jinping langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan operasi pencarian dan penyelamatan menyeluruh terhadap warga yang masih hilang, serta penanganan medis segera bagi para korban luka. Pemerintah pun meningkatkan status respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat.

Tim kerja dikerahkan ke wilayah terdampak untuk mengarahkan dan membantu upaya penyelamatan serta penanganan bencana. Pasukan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Nasional China mengirimkan 350 personel dan 83 kendaraan ke lokasi. Hingga pukul 06.30 waktu setempat atau 05.30 WIB, sebanyak 120 personel dan 27 kendaraan telah tiba di lokasi, sementara personel dan kendaraan lainnya masih dalam perjalanan.

Otoritas China juga menyalurkan berbagai bantuan logistik, termasuk 1.000 unit rumah prefabrikasi, 3.239 tenda, 2.821 tempat tidur lipat, dan 4.280 selimut. Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS melaporkan gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 183 kilometer dari Kota Nagqu.

USGS mengeluarkan peringatan kuning terkait potensi korban akibat guncangan, serta peringatan oranye terkait kerugian ekonomi. Lembaga itu memperingatkan kemungkinan kerusakan signifikan dengan dampak yang meluas. Menurut USGS, kerugian ekonomi diperkirakan kurang dari satu persen PDB China, dan peristiwa dengan tingkat peringatan ini biasanya memerlukan respons tingkat regional atau nasional. USGS juga mencatat bahwa penduduk di wilayah tersebut umumnya tinggal di bangunan yang rentan terhadap guncangan gempa.

Dampak bagi masyarakat di wilayah terdampak sangat besar, mengingat gempa berkekuatan tinggi ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, tetapi juga berpotensi merusak permukiman warga yang kualitas bangunannya rentan terhadap guncangan. Kebutuhan mendesak akan hunian sementara, tenda, dan selimut menjadi krusial di tengah kondisi pascagempa, terlebih wilayah Tibet memiliki suhu udara yang dingin. Respons cepat pemerintah pusat dengan meningkatkan status darurat dan mengerahkan ribuan personel menunjukkan skala bencana yang cukup serius, sehingga koordinasi lintas lembaga menjadi kunci untuk meminimalkan jumlah korban dan mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.