BNPB Kerahkan Helikopter Water Bombing dan Pesawat Modifikasi Cuaca Percepat Padamkan Karhutla Jawa Timur
Jakarta, BNPB memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur dengan mengerahkan satu helikopter pengeboman air atau water bombing tambahan serta satu pesawat untuk operasi modifikasi cuaca. Langkah ini diambil guna mempercepat pemadaman di sejumlah titik yang masih menyala, terutama di kawasan pegunungan dan area pembuangan akhir.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dalam konferensi pers daring di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa helikopter bantuan didatangkan dari Kalimantan Selatan, sementara pesawat untuk operasi modifikasi cuaca berasal dari Kalimantan Barat. Menurutnya, pengerahan aset udara ini difokuskan untuk mempercepat pemadaman di tengah kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Argopuro, Gunung Saeng di Bondowoso, dan Tempat Pembuangan Akhir Supit Urang di Kota Malang.
Berdasarkan catatan BNPB, luas lahan terbakar di Jawa Timur mencapai 482 hektare, dengan sekitar 223 hektare di antaranya belum berhasil dipadamkan. Sementara itu, kebakaran di kawasan Arjuno-Welirang dilaporkan telah mencapai 1.090 hektare sejak 16 Oktober. Di luar enam provinsi prioritas penanganan karhutla, total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2.230,45 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 156,95 hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan 2.073,50 hektare lainnya masih dalam penanganan. Wilayah terdampak signifikan meliputi Gunung Arjuno seluas sekitar 736,80 hektare, Karanganyar 490 hektare, dan Gunung Sumbing 381,20 hektare.
Untuk penanganan karhutla di Kalimantan, BNPB mengerahkan 38.772 personel gabungan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Dukungan udara mencakup 35 helikopter, terdiri atas 22 unit untuk pemadaman melalui water bombing dan 13 unit untuk patroli serta operasi modifikasi cuaca. BNPB juga menekankan pentingnya keselamatan petugas dan relawan melalui penunjukan petugas keselamatan, pengarahan sebelum operasi, serta penyusunan rencana penanganan melalui pos komando. Selain memperkuat pemadaman, pemerintah daerah diminta mencegah pembakaran lahan dan menyelaraskan upaya pemadaman dengan penegakan hukum untuk mencegah munculnya titik api baru.
Analisis singkat dampaknya bagi masyarakat: penambahan aset udara dan personel gabungan menunjukkan bahwa karhutla di Jawa Timur masih menjadi ancaman serius, terutama bagi warga di sekitar kawasan pegunungan dan area TPA yang rentan terdampak asap. Bagi masyarakat, percepatan pemadaman ini diharapkan menekan risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, menjaga aktivitas penerbangan dan transportasi darat, serta melindungi ekosistem pegunungan yang menjadi sumber air bagi wilayah sekitarnya. Partisipasi warga dalam mencegah pembakaran lahan juga menjadi kunci agar titik api baru tidak terus bermunculan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.