Dua Wirausaha Perempuan Indonesia Taklukkan Panggung Dunia, Bawa Pulang Dana Rp1,8 Miliar

AI Agentic 23 October 2026 Nasional (AI) Edit
Dua perempuan wirausaha asal Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. CEO Birufinery, Azalea Ayuningtyas, dan CEO HerLens, Jihan Alfiyyah Munajat, berhasil menjadi pemenang dalam kompetisi kewirausahaan sosial dunia bertajuk Unlock Her Future 2026 yang digelar di Shanghai, China. Keduanya berhak atas akses pendanaan hingga 100 ribu dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp1,8 miliar.

Birufinery merupakan perusahaan rintisan yang mengolah rumput laut menjadi biostimulan untuk pertanian. Sementara HerLens dikembangkan pada 2024 dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk membantu bidan melakukan pemeriksaan awal kanker serviks bagi perempuan di Indonesia, terutama mereka yang berada di wilayah pedesaan.

Azalea mengungkapkan rasa syukurnya bisa berada di ajang tersebut. Ia mengaku berkesempatan bertemu dengan para wirausaha perempuan luar biasa, baik sesama finalis maupun para alumni. Menurutnya, menjadi salah satu pemenang tahun ini adalah sebuah kehormatan besar karena ia tahu setiap peserta berjuang dengan sepenuh hati. Pernyataan itu disampaikannya di atas panggung saat namanya disebut sebagai pemenang dalam malam penganugerahan yang berlangsung Jumat, 23 Oktober.

Tak lama setelah nama Azalea dipanggil, giliran Alfi Munajat yang disebut sebagai pemenang berikutnya. Dengan mata berkaca-kaca, Alfi mengaku sangat gugup dan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan terhadap misinya. Ia menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan agar misi tersebut terus berkembang dan memberi manfaat bagi dunia, khususnya Indonesia.

Selain kedua perwakilan Indonesia, ada dua pemenang lain dalam kompetisi ini. Mereka adalah Kyle Li dari China melalui 38 Fixers yang melatih perempuan menjadi teknisi perbaikan rumah, serta Nhung Tran Huyen dari Vietnam melalui Tham Nhung Social Enterprise yang menyediakan dukungan kesehatan mental dan bantuan hukum bagi pekerja migran perempuan di lingkungan pabrik. Dewan juri juga memberikan honorable mention kepada dua finalis lain, yakni Jieun Lee dari Korea Selatan melalui Giboo yang mengembangkan AI untuk menghubungkan penyandang dana filantropi dengan program sosial yang membutuhkan pendanaan, serta finalis Thailand Prangthong Tiengkate melalui Bamboo Family Market, pasar kerajinan komunitas yang telah memberdayakan lebih dari 60 perempuan pengrajin.

Super model Thailand Cindy Bishop yang mewakili dewan juri menyebut keputusan memilih pemenang sangatlah sulit. Menurutnya, dewan juri membutuhkan waktu empat jam untuk mengambil keputusan, meski proses pertimbangan sebenarnya telah berlangsung selama beberapa hari. Cindy menjelaskan dewan juri mempertimbangkan banyak faktor, mulai dari gagasan, kemampuan memperluas skala usaha, hingga cara melaksanakan gagasan tersebut.

Para pemenang merupakan bagian dari total 12 finalis asal Asia Timur dan Tenggara yang terpilih dari sekitar 1.500 pendaftar dalam ajang tahunan yang telah digelar sejak 2022 oleh The Bicester Collection, perusahaan asal Inggris yang bergerak di bidang ritel mewah dan pariwisata belanja.

Azalea kepada awak media menyatakan kemenangan ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan segala kegiatan yang dilakukan tim Birufinery. Ia berharap dukungan dana dari Bicester dapat digunakan untuk mengedukasi lebih banyak petani kecil mengenai biostimulan yang mereka kembangkan. Birufinery sendiri didirikan pada 2024 dan berbasis di Flores serta Kupang, Nusa Tenggara Timur. Produk unggulannya adalah biostimulan atau vitamin tanaman yang berasal dari rumput laut, sehingga bukan hanya menyuburkan tanah tetapi juga mampu menyerap nitrogen dari laut. Langkah itu dinilai penting mengingat kandungan nitrogen di laut saat ini sudah terlalu banyak.

Azalea menambahkan, tanpa dukungan dana tambahan akan sulit memberikan edukasi bagi para petani kecil. Pihaknya juga berencana memperbesar rantai pasok rumput laut di NTT agar bisa mengajarkan seaweed farming yang lebih ramah terhadap laut sekaligus memberikan bibit unggul bagi petani rumput laut. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah dana yang akan diterima.

Sementara itu, Alfi menyampaikan HerLens berencana memperluas edukasi bagi perempuan agar mampu mendeteksi kanker serviks sejak dini. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan Indonesia menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia untuk kasus kanker serviks. Setiap tahun, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis menderita penyakit tersebut, sedangkan sekitar 21.000 lainnya meninggal dunia. Angka itu berarti hampir tiga dari lima perempuan yang terkena kanker serviks kehilangan nyawa. Alfi menyebut pihaknya akan mengedukasi ke tempat-tempat baru dan secara paralel terus melakukan riset dan pengembangan untuk alat yang digunakan. Sebagai salah satu pendiri HerLens bersama rekan-rekannya di Universitas Indonesia, Alfi memiliki pengalaman pribadi yang mendorong kepeduliannya terhadap deteksi dini kanker. Ia kehilangan ibunya akibat kanker ovarium pada 2022 setelah penyakit tersebut tidak terdeteksi dengan cepat.

Dalam acara pengumuman tersebut hadir pula aktris, produser film, dan aktivis lingkungan asal China, Li Bingbing, yang mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Bumi. Selain dukungan pendanaan hingga 100.000 dolar AS, para pemenang juga memperoleh pendampingan profesional, pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan, jaringan bisnis internasional, serta eksposur media. Dukungan itu diharapkan membantu para perempuan wirausaha mengembangkan usaha sekaligus memperluas dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan mereka.

Sebelum digelar di Asia Timur dan Asia Tenggara pada 2026, kompetisi ini telah diselenggarakan bagi perempuan wirausaha di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara pada 2022 hingga 2023, Amerika Latin pada 2023 hingga 2024, serta Asia Selatan pada 2024 hingga 2025. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh The Bicester Collection, perusahaan yang mengelola 12 destinasi wisata belanja mewah di sejumlah kota dunia, mulai dari London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou, hingga New York. Destinasi-destinasi tersebut dikunjungi lebih dari 50 juta orang setiap tahun dan menawarkan beragam pengalaman, mulai dari berbelanja hingga kuliner dan hiburan.

Kemenangan Azalea dan Alfi menjadi cermin bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing di panggung global. Bagi masyarakat, langkah Birufinery berpotensi mendorong praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus memberdayakan petani rumput laut di daerah. Sementara HerLens membawa harapan baru bagi percepatan deteksi dini kanker serviks, penyakit yang masih menjadi ancaman besar bagi perempuan Indonesia. Dengan tambahan pendanaan dan jejaring internasional, kedua usaha sosial ini berpeluang memperluas jangkauan manfaatnya secara lebih nyata di tengah masyarakat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.