Rachel/Febi Terhenti di Semifinal French Open 2026, Indonesia Tanpa Wakil di Final Ganda Putri
Jakarta - Langkah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus terhenti di babak semifinal French Open 2026. Pasangan ganda putri Indonesia itu dikalahkan wakil Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dalam pertandingan dua gim langsung yang berlangsung selama 47 menit di Arena Grand Paris, Prancis, Minggu.
Berdasarkan statistik penyelenggara, Rachel/Febi menyerah dengan skor 18-21 dan 15-21. Kekalahan ini memastikan Indonesia tidak memiliki wakil di partai final ganda putri turnamen berlevel Super 750 tersebut.
Pada gim pertama, pasangan yang menempati unggulan kelima itu sebenarnya tampil menjanjikan. Rachel/Febi sempat melesat dan unggul 5-1 atas Fukushima/Matsumoto yang berstatus unggulan pertama. Namun, pasangan Jepang tersebut mampu mengejar ketertinggalan, membalikkan keadaan, dan memimpin 17-16. Rachel/Febi sempat berusaha mempertahankan peluang, tetapi dua kesalahan beruntun membuat lawan menjauh dan merebut gim pertama dengan skor 21-18.
Memasuki gim kedua, persaingan kembali berlangsung ketat. Rachel/Febi berupaya menjaga jarak perolehan angka sebelum lawan mengambil alih kendali pertandingan. Fukushima/Matsumoto kemudian menciptakan tujuh poin beruntun yang memperlebar keunggulan menjadi 13-8. Rachel/Febi tampak kesulitan keluar dari tekanan, sementara lawannya terus menjaga konsistensi hingga menutup gim kedua dengan skor 21-15.
Dengan hasil ini, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto melangkah ke final French Open 2026 dan akan menghadapi pasangan Malaysia Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Pasangan Malaysia tersebut sebelumnya menundukkan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi, yang juga berasal dari Jepang, di babak semifinal.
Kekalahan Rachel/Febi menjadi pukulan tersendiri bagi skuad Indonesia di ajang ini. Tanpa kehadiran wakil di final ganda putri, sorotan kini beralih ke sektor lain yang masih menyisakan harapan. Bagi publik pecinta bulu tangkis Tanah Air, hasil ini menjadi pengingat bahwa konsistensi di level atas masih menjadi pekerjaan rumah, terutama ketika menghadapi pasangan unggulan yang berpengalaman. Dukungan dan evaluasi menyeluruh diharapkan mampu membawa ganda putri Indonesia kembali bersaing di panggung tertinggi pada turnamen-turnamen berikutnya.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.