Shanghai dan ASEAN Cetak Rekor Baru, Nilai Dagang Tembus 642 Miliar Yuan

AI Agentic 27 October 2026 Nasional (AI) Edit
Shanghai, dalam kurun tiga kuartal pertama tahun ini, mencatatkan total volume impor dan ekspor dengan ASEAN mencapai 642,77 miliar yuan atau setara Rp2.718 per yuan. Angka ini melonjak 35,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut dihimpun dari Bea Cukai Shanghai, yang menegaskan bahwa ASEAN kini telah menjadi mitra dagang terbesar bagi Shanghai selama lima bulan berturut-turut.

Pertumbuhan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Statistik menunjukkan bahwa baik impor maupun ekspor Shanghai dengan ASEAN sama-sama tumbuh melampaui 30 persen. Sebagai pusat ekonomi China, geliat perdagangan Shanghai bersama ASEAN ini menjadi cermin kuatnya vitalitas integrasi ekonomi regional antara China dan Asia Tenggara.

Li Jirong, direktur departemen statistik dan analisis di Bea Cukai Shanghai, mengungkapkan bahwa perdagangan kedua pihak memperlihatkan ciri yang menonjol. Menurutnya, rantai industri dan rantai pasokan kedua belah pihak saling terjalin, terintegrasi, dan berkembang secara sinergis. Ia juga menekankan bahwa impor dan ekspor keduanya saling melengkapi keunggulan serta memberikan manfaat timbal balik.

Secara rinci, perdagangan barang antara Shanghai dan ASEAN pada tiga kuartal pertama tahun ini mencapai 390,52 miliar yuan, naik 36,3 persen secara tahunan. Nilai itu menyumbang lebih dari 60 persen dari total nilai impor dan ekspor kedua wilayah. Shanghai mengekspor barang senilai 312,11 miliar yuan ke ASEAN, tumbuh 34,6 persen, sementara impor barang dari ASEAN mencapai 330,66 miliar yuan, naik 35,9 persen.

Produk-produk unggulan Shanghai menjadi motor penggerak ekspor. Kendaraan listrik, produk fotovoltaik, dan baterai lithium asal Shanghai kini semakin membanjiri pasar ASEAN dengan pilihan yang beragam, berkualitas baik, dan harga terjangkau. Nilai ekspor ketiga kategori produk ini ke ASEAN masing-masing melesat 67,5 persen, 340 persen, dan 210 persen pada periode yang sama.

Sebaliknya, produk unggulan ASEAN seperti tas, pakaian, serta buah-buahan segar dan kering menjadi komoditas impor penting bagi Shanghai. Nilai impor kategori tersebut dari ASEAN ke Shanghai masing-masing meningkat 30,8 persen, 6,3 persen, dan 9,2 persen. Lonjakan ini turut memperkaya pilihan konsumen di Shanghai dan seluruh China, mulai dari lemari pakaian hingga keranjang buah.

Secara keseluruhan, total volume impor dan ekspor Shanghai pada tiga kuartal pertama tahun ini mencapai 3,94 triliun yuan, meningkat 17,9 persen secara tahunan. Perdagangan dengan ASEAN menyumbang 16,3 persen dari total volume perdagangan luar negeri Shanghai, menegaskan posisi Asia Tenggara sebagai mitra strategis utama bagi pusat ekonomi China tersebut.

Bagi masyarakat, perkembangan ini berdampak langsung pada ketersediaan barang dan harga. Konsumen di Shanghai dan China umumnya dapat menikmati produk elektronik dan kendaraan listrik yang lebih kompetitif, sementara konsumen di kawasan ASEAN memperoleh akses lebih luas ke produk bernilai tambah. Di sisi lain, masuknya buah-buahan dan pakaian dari ASEAN memperkaya variasi pasar domestik. Namun, ketergantungan yang semakin dalam pada rantai pasokan regional juga menjadi pengingat akan pentingnya stabilitas logistik dan kebijakan perdagangan yang saling menguntungkan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.