Rumah Yatim Arrohman Kembali Salurkan Rp700 Juta untuk Anak Yatim Palestina Lewat Baznas
Badan Amil Zakat Nasional RI menerima infak kemanusiaan tahap keempat dari Lembaga Amil Zakat Rumah Yatim Arrohman senilai Rp700 juta untuk membantu rakyat Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan berkepanjangan. Penyerahan bantuan berlangsung di Gedung Baznas RI, Jakarta, Selasa, dengan Direktur Utama LAZ Rumah Yatim Arrohman Nugroho Bejo Wismono menyerahkan langsung kepada Pimpinan Riset, Pengembangan, Perencanaan dan Inovasi Baznas RI Syarifuddin yang didampingi Sekretaris Utama Baznas RI Subhan Cholid.
Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada LAZ Rumah Yatim Arrohman yang dinilai konsisten bersama Baznas RI dalam upaya diplomasi kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat Palestina. Menurutnya, amanah bantuan sebesar Rp700 juta itu akan didistribusikan secara khusus kepada anak-anak yatim di Palestina, terutama di Gaza, serta kepada para pengungsi Palestina yang berada di luar Palestina seperti di Yordania dan Mesir. Ia menegaskan Baznas akan segera menyalurkan bantuan melalui kolaborasi mitra internasional yang terpercaya agar bantuan cepat dan tepat diterima rakyat Palestina, dengan tetap berpedoman pada prinsip aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Seluruh proses pendistribusian, katanya, akan dijalankan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku agar bantuan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Nugroho Bejo Wismono menyatakan penyaluran melalui Baznas RI kali ini merupakan yang keempat kalinya dilakukan LAZ Rumah Yatim Arrohman untuk membantu Palestina. Ia mengucapkan terima kasih kepada Baznas RI yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan tersebut. Menurutnya, menyalurkan bantuan kepada rakyat Palestina bukan perkara mudah, sehingga pihaknya meyakini Baznas memiliki jejaring yang jauh lebih kuat serta mitra-mitra yang selalu siap di lapangan, sehingga bantuan dapat segera disalurkan kepada saudara-saudara di Palestina yang membutuhkan.
Langkah kolaborasi antara lembaga amil zakat dan Baznas ini menunjukkan bahwa penyaluran bantuan kemanusiaan internasional tidak cukup hanya bermodal dana, tetapi juga membutuhkan jejaring dan tata kelola yang kredibel. Bagi masyarakat, sinergi semacam ini menjadi jaminan bahwa donasi yang mereka titipkan dikelola secara transparan dan akuntabel, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kemanusiaan. Ke depan, konsistensi penyaluran bantuan diharapkan tidak hanya meringankan penderitaan warga Palestina, tetapi juga menumbuhkan budaya kepedulian dan kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat nasional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.