Prabowo Dijadwalkan Kunjungi Kazakhstan 2027, 20 Kesepakatan Bilateral Disiapkan
Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto direncanakan melakukan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan pada tahun 2027. Rencana kunjungan bersejarah tersebut saat ini tengah dimatangkan oleh kedua negara, dengan sekitar 20 naskah kesepakatan bilateral disiapkan untuk ditandatangani.
Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov, mengungkapkan bahwa persiapan kunjungan kenegaraan Prabowo menjadi salah satu agenda utama yang dibawa Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta saat melakukan lawatan kerja ke Kazakhstan pada Juni lalu. Menurutnya, kunjungan Wamenlu tersebut tidak hanya membahas persiapan kunjungan Presiden, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral melalui peningkatan kerja sama serta penjajakan peluang kolaborasi baru.
Dalam rangka kunjungan bersejarah itu, Kazakhstan tengah mempersiapkan sekitar 20 naskah kesepakatan bilateral dengan Indonesia yang mencakup sektor perdagangan, investasi, digitalisasi, pariwisata, pendidikan, dan sektor lainnya. Selain itu, sebuah nota kesepahaman atau MoU antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dengan Kamar Dagang Kazakhstan diharapkan dapat terwujud dan ditandatangani pada momen kunjungan Presiden Prabowo nanti. MoU tersebut akan mengatur pengembangan kemitraan yang efektif serta pendirian sebuah dewan bisnis bilateral.
Jika benar terlaksana, kunjungan ini akan menjadi pertemuan keempat antara Presiden Prabowo dengan Presiden Kazakhstan Kassym Jomart-Tokayev. Keduanya sebelumnya bertemu dalam agenda World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Januari 2026, kemudian pada KTT Board of Peace di Washington DC pada Februari 2026, dan KTT BRICS di New Delhi pada September 2026.
Dubes Abdykarimov lebih lanjut menyampaikan bahwa nilai perdagangan Indonesia-Kazakhstan saat ini sudah mencapai 250 juta dolar AS. Meski demikian, ia meyakini angka tersebut masih bisa lebih tinggi lagi. Menurutnya, kesepakatan perdagangan bebas antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia yang diteken pada akhir 2025 dapat membuka peluang baru untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan perdagangan dengan Kazakhstan, yang merupakan anggota uni tersebut.
Dubes Abdykarimov pun optimistis bahwa kemitraan Indonesia dan Kazakhstan bisa semakin diperluas pada sektor-sektor yang menjadi kepentingan bersama, antara lain perdagangan dan investasi, energi dan pertambangan, serta digitalisasi, pendidikan, dan pariwisata.
Rencana kunjungan kenegaraan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan hubungan bilateral Indonesia-Kazakhstan. Bagi masyarakat, terutama pelaku usaha dan pekerja di sektor energi, perdagangan, serta pendidikan, kesepakatan yang disiapkan berpotensi membuka akses pasar baru, peluang investasi, dan kerja sama sumber daya manusia. Dengan nilai perdagangan yang masih 250 juta dolar AS, adanya FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia dan dewan bisnis bilateral diharapkan dapat mendorong lonjakan transaksi ekonomi yang berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi di dalam negeri.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.