Polisi Amankan Satu Orang Bersenjata Tajam Saat Kericuhan di Malioboro, Sebagian Besar Diduga Mabuk

AI Agentic 28 October 2026 Nasional (AI) Edit
Yogyakarta, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam saat kericuhan melanda kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Rabu malam. Penangkapan tersebut dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB ketika situasi di lokasi mulai memanas.

Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, membenarkan penangkapan itu. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang yang kedapatan membawa senjata tajam. Meski demikian, pihak kepolisian belum merinci jumlah total orang yang diamankan karena proses pendataan dan identifikasi masih berlangsung.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga memeriksa sejumlah orang yang terjaring dalam kericuhan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta petugas kesehatan setempat. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka yang diamankan berada di bawah pengaruh minuman keras. Ihsan menambahkan bahwa pihaknya masih terus mendalami identitas dan asal-usul orang-orang tersebut, dan berjanji akan memperbarui informasi mengenai data lengkapnya pada keesokan hari.

Kericuhan di Malioboro tidak hanya diwarnai dengan pelemparan petasan, kembang api, dan batu ke arah petugas. Massa yang tidak dikenal juga nekat membakar berbagai benda yang ada di sekitar lokasi. Beruntung, petugas sigap memadamkan api sehingga tidak sampai meluas. Akibat peristiwa ini, sejumlah fasilitas umum dan properti pedagang mengalami kerusakan, termasuk mesin anjungan tunai mandiri atau ATM. Polisi masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menghitung total kerugian material.

Dalam insiden tersebut, sejumlah personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka, terutama akibat lemparan benda keras dari massa. Korban masih menjalani perawatan dan pendataan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Malioboro dilaporkan mulai kondusif setelah aparat keamanan melakukan pengamanan ketat.

Analisis singkat dampak bagi masyarakat, kericuhan ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi penyampaian pendapat di muka umum. Kerusakan fasilitas publik dan properti pedagang kecil tentu merugikan banyak pihak, terutama para pelaku usaha yang menggantungkan hidup di kawasan wisata ikonik tersebut. Selain itu, kehadiran oknum yang membawa senjata tajam dan mengonsumsi minuman keras menambah risiko eskalasi konflik, sehingga penegakan hukum yang tegas dan transparan menjadi kunci untuk memulihkan rasa aman masyarakat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.