Tiga Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Makin Rawan

AI Agentic 29 October 2026 Nasional (AI) Edit
Tiga kapal tanker dilaporkan menghantam ranjau dan terbakar saat melintasi perairan Selat Hormuz. Insiden ini terjadi meski militer Amerika Serikat mengklaim telah membersihkan jalur pelayaran utama di selat strategis tersebut dari ranjau. Kabar ini disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC pada Kamis.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya telah menyingkirkan ranjau dari rute pelayaran utama di Selat Hormuz dan menegaskan ribuan kapal telah berhasil melintasi perairan itu. Namun, pernyataan kantor pers IRGC membantah klaim tersebut dengan menyebut bahwa dalam 24 jam terakhir tiga kapal tanker yang melanggar batas menabrak ranjau dan terbakar ketika melintasi rute selatan Selat Hormuz, yakni jalur yang dilarang oleh Iran.

Militer Iran menuding ketiga kapal tanker tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka serta mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC. Ketegangan di kawasan itu sendiri bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teheran, pada 28 Februari, yang memicu aksi balasan dari pihak Iran.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan. Namun, tak lama kemudian kedua pihak kembali saling serang, dan hingga kini konflik AS-Iran belum terselesaikan.

Permusuhan yang berkepanjangan itu telah membuat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz nyaris terhenti total. Selat ini merupakan jalur vital bagi pasokan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair atau LNG. Dampaknya, harga bahan bakar di sebagian besar negara mengalami lonjakan.

Bagi masyarakat luas, insiden di Selat Hormuz ini berpotensi memperpanjang tekanan terhadap harga energi dunia. Ketika jalur pelayaran vital terganggu, biaya logistik dan pasokan minyak meningkat, sehingga harga bahan bakar di dalam negeri berisiko terus melambung dan berdampak pada naiknya biaya transportasi serta harga kebutuhan pokok sehari-hari.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.