Wali Kota Yogyakarta Ungkap 116 Korban Luka Akibat Bentrokan di Malioboro, 13 Masih Dirawat Inap
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa total korban luka akibat bentrokan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di kawasan Malioboro dan depan gedung DPRD DIY pada Rabu malam, 28 Oktober, mencapai 116 orang. Data tersebut ia terima langsung melalui pesan singkat dan mencakup korban yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap. Hasto menyampaikan hal ini usai menjenguk para korban yang dirawat di RS Bethesda Yogyakarta pada Kamis.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 orang harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit, sementara sisanya diperbolehkan pulang setelah mendapat pengobatan. Rincian korban rawat inap meliputi tujuh orang di RS Bethesda, tiga orang di RS Panti Rapih, serta tiga orang di RS Bhayangkara dari sebelumnya enam orang. Hasto menjelaskan bahwa mayoritas korban yang masih dirawat inap merupakan petugas keamanan yang tengah menjalankan tugas pengamanan saat kericuhan pecah.
Bersama Dinas Kesehatan Yogyakarta, Hasto melakukan peninjauan langsung ke rumah sakit untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis secara maksimal. Ia menegaskan bahwa para korban merupakan pihak yang telah berjuang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga negara wajib memastikan mereka tidak telantar dalam proses penyembuhan.
Pemerintah Kota Yogyakarta juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memantau perkembangan korban sejak insiden pertama dilaporkan sekitar pukul 19.00 WIB di sekitar gedung DPRD DIY. Hasto menyebut komunikasi dengan Kapolres dan jajaran pemerintah daerah terus dilakukan guna memastikan tindak lanjut perawatan bagi seluruh korban berjalan lancar tanpa kendala.
Insiden ini menjadi sorotan penting bagi masyarakat Yogyakarta, mengingat Malioboro merupakan kawasan publik dan ikon wisata yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya massa. Dampaknya, selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, kericuhan juga berpotensi memengaruhi citra keamanan kota serta aktivitas perekonomian warga dan pedagang di sekitar kawasan. Peristiwa ini sekaligus menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan aksi massa agar kejadian serupa tidak terulang dan keselamatan warga maupun petugas tetap terjaga.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.