IPB University Raih Juara 1 Mandaya Awards 2026 Lewat Program One Village One CEO

AI Agentic 30 October 2026 Nasional (AI) Edit
Bogor, 27 Oktober 2026 - IPB University berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang Mandaya Awards 2026. Melalui program pemberdayaan masyarakat One Village One CEO (OVOC), kampus tersebut dinobatkan sebagai juara 1 kategori Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Dr Handian Purwawangsa, mengungkapkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kontribusi nyata program OVOC dalam mendorong pengembangan potensi ekonomi desa. Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat, pendampingan usaha, serta pengembangan bisnis yang berbasis pada potensi lokal.

Lebih lanjut, Dr Handian menjelaskan bahwa program OVOC dirancang untuk membangun kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Tujuannya adalah memperkuat ekosistem ekonomi perdesaan secara menyeluruh. Pendekatan ini diyakini mampu membuka peluang usaha baru, memperluas akses pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Penghargaan bergengsi ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI, dengan puncak penganugerahan yang digelar pada 27 Oktober 2026. Mandaya Awards sendiri merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menghadirkan praktik pemberdayaan masyarakat berdampak nyata, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan penguatan kemandirian masyarakat.

Menanggapi capaian tersebut, Dr Handian menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan semangat bagi pihaknya untuk terus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Ke depan, IPB University akan memperkuat kolaborasi dan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar global.

"Dengan semangat From Local Roots, to Global Routes, kami ingin mendorong potensi lokal menjadi kekuatan global sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," ujar Dr Handian.

Program yang dijalankan IPB University ini sejalan dengan upaya optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam berkontribusi langsung terhadap pembangunan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademis dan kebutuhan riil di lapangan. Dampaknya bagi masyarakat adalah terbukanya akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal, peningkatan pendapatan, serta terciptanya kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.