Kadin Jatim Jajaki Teknologi Tembakau Zimbabwe, Targetkan Produktivitas Petani Naik Tiga Kali Lipat
Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur tengah menjajaki penerapan teknologi budidaya tembakau dari Zimbabwe melalui proyek percontohan di Pamekasan, Madura, yang direncanakan berjalan pada 2027. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas petani sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor tembakau. Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyatakan bahwa kerja sama tersebut membuka peluang bagi petani lokal untuk mempelajari teknik budidaya dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, penanaman, hingga penanganan pascapanen yang selama ini diterapkan di Zimbabwe. Menurutnya, Kadin Jatim secara prinsip mendukung kolaborasi ini dengan harapan produktivitas petani tembakau Indonesia meningkat, baik dari sisi budidaya maupun teknologi pascapanen, sehingga mampu bersaing dengan produk impor.
Peningkatan produktivitas menjadi persoalan mendesak karena hasil tembakau Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara pemasok. Adik menyebut produktivitas tembakau di Zimbabwe dapat mencapai sekitar tiga ton per hektare, sementara rata-rata produktivitas tembakau di Indonesia baru berkisar satu ton per hektare. Kesenjangan ini dinilai sebagai peluang bagi petani dalam negeri untuk memperbaiki hasil panen melalui perbaikan teknik budidaya dan pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan karakteristik lahan serta kebutuhan industri. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah tembakau Virginia, yang pasokannya di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri sehingga Indonesia masih bergantung pada impor dari sejumlah negara, termasuk Zimbabwe dan Brasil.
Data Badan Riset dan Inovasi Nasional menunjukkan Indonesia mengimpor sekitar 121 ribu ton tembakau per tahun dengan nilai mencapai Rp18 triliun, yang antara lain berasal dari China, India, Brasil, Zimbabwe, Filipina, dan Amerika Serikat. Adik menilai peningkatan kemampuan petani lokal perlu berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap keberlangsungan usaha tani agar mereka memiliki posisi lebih kuat dalam rantai pasok industri hasil tembakau. Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kadin Jatim menjajaki proyek percontohan di Pamekasan dengan melibatkan satu petani terlebih dahulu pada 2027, sebelum hasil penerapannya dievaluasi untuk kemungkinan pengembangan program ke petani lainnya.
Adik berharap kolaborasi lintas negara ini tidak berhenti pada penjajakan bisnis, tetapi mampu meningkatkan kemampuan produksi petani, memperbaiki kualitas tembakau lokal, dan memperbesar peluang pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dari dalam negeri. Dengan peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen, petani tembakau Indonesia diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan industri yang selama ini masih dipasok dari luar negeri. Bagi masyarakat, khususnya petani di Madura, proyek percontohan ini berpotensi menjadi titik awal transfer pengetahuan yang dapat menaikkan pendapatan rumah tangga tani, meski keberhasilannya bergantung pada pendampingan teknis yang konsisten dan kesesuaian teknologi dengan kondisi lahan setempat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.