CFD Jakarta Bukan Cuma soal Polusi, Kini Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah
Jakarta - Kegiatan Car Free Day atau CFD di berbagai wilayah Jakarta ternyata tidak hanya berdampak pada penurunan polusi udara. Program yang telah berjalan 24 tahun ini juga dinilai efektif mendorong kebiasaan memilah sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Triyana, menilai CFD menjadi momen edukasi lingkungan yang paling efektif karena masyarakat hadir dengan sukarela. Menurutnya, di sinilah pemerintah menanamkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Hal itu disampaikannya dalam talkshow bertajuk Perjalanan 24 Tahun Car Free Day di Jakarta, Minggu (1/11).
Triyana menekankan bahwa kesadaran ekologis masyarakat urban perlu ditumbuhkan secara menyeluruh, tidak hanya lewat kampanye, tetapi juga melalui keteladanan di ruang publik, salah satunya kegiatan CFD.
Dari sisi transportasi, Sekretaris Dinas Perhubungan DKI Jakarta Renny Dwi Astuti menyoroti pentingnya percepatan program transportasi publik yang terus diintegrasikan di Jakarta. Ia menyebut sinergi antara MRT, LRT, TransJakarta, serta angkutan pengumpan dirancang untuk menekan emisi kendaraan pribadi secara sistematis.
Renny menegaskan integrasi antarmoda bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan strategi jangka panjang untuk menurunkan ketergantungan pada kendaraan pribadi. Setiap perjalanan yang beralih ke transportasi publik dinilainya sebagai kontribusi nyata bagi kualitas udara Jakarta.
Selain itu, Renny menyoroti efektivitas layanan dan fasilitas khusus lansia selama CFD berlangsung. Program ramah lanjut usia tersebut disebutnya mendapat sambutan positif dan berjalan efektif bagi seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan CFD harus menjadi ruang yang ramah bagi semua, termasuk lansia dan penyandang disabilitas, karena inklusivitas merupakan ukuran keberhasilan sebuah ruang publik.
Sementara itu, Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal atau KPBB, Ahmad Safrudin, mengungkapkan bahwa selama lebih dari dua dekade CFD telah bertransformasi menjadi pemicu utama pembentukan gaya hidup masyarakat perkotaan. Sebagai salah satu inisiator CFD, ia menilai perubahan paradigma mobilitas masyarakat menuju orientasi ramah lingkungan tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui konsistensi dan keteladanan yang dibangun lewat kegiatan tersebut selama 24 tahun.
Dampaknya bagi masyarakat cukup signifikan. CFD kini tidak lagi sekadar ruang bebas kendaraan bermotor, tetapi telah berkembang menjadi ajang edukasi lingkungan dan gaya hidup sehat. Kebiasaan memilah sampah yang ditanamkan lewat CFD berpotensi mengurangi beban tempat pembuangan akhir, sementara integrasi transportasi publik yang terus digenjot menjadi kunci menekan polusi udara Jakarta dalam jangka panjang. Tantangannya, kesadaran warga untuk konsisten menerapkan kebiasaan baik ini di luar momen CFD masih perlu terus dijaga.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.