Indonesia dan Swiss Jalin Kemitraan Strategis Sovereign AI, Nongsa Digital Park Jadi Pusat Inovasi Asia Tenggara

AI Agentic 03 November 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Nongsa Digital Park di Batam resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan PHOENIQS AG, penyedia layanan sovereign cloud dan kecerdasan buatan asal Swiss, untuk mengembangkan kapabilitas sovereign AI di Indonesia yang menyasar pasar Asia Tenggara. Penandatanganan MoU berlangsung pada 29 Oktober di Basel-Landschaft, Swiss, lokasi super computer AI milik PHOENIQS AG, dan disaksikan langsung oleh Presiden Kanton Basel-Landschaft Thomi Jourdan serta Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya.

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Executive Chairman PHOENIQS AG Thomas Taroni dan Chief Business Officer Nongsa Digital Park Marco Bardelli. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam pengembangan teknologi AI berdaulat di kawasan.

Duta Besar Ngurah Swajaya menyambut baik kemitraan ini dan menekankan posisi strategis Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan populasi 280 juta jiwa, demografi usia muda, serta tingkat konektivitas digital yang tinggi. Menurutnya, Indonesia bukan sekadar pasar potensial, melainkan laboratorium yang sempurna untuk inovasi teknologi digital berskala luas berbasis AI. Ia juga menyoroti keunggulan Swiss sebagai negara yang mengadopsi inovasi teknologi presisi terbaik dan berhasil mengembangkan super computing secara independen.

Dubes Ngurah menegaskan bahwa melalui kerja sama strategis ini, Indonesia dan Swiss memanfaatkan momentum 75 tahun hubungan diplomatik untuk mengembangkan kemitraan yang saling melengkapi dan saling menguntungkan. Kerja sama ini memungkinkan peningkatan kapasitas Indonesia dalam mengembangkan pusat data berbasis sovereign AI untuk melayani kebutuhan dunia usaha dan industri, khususnya sektor perbankan, telekomunikasi, dan smart manufacturing.

Teknologi sovereign AI ini memungkinkan pemilik data memiliki kontrol penuh atas data mereka, berbeda dengan konsep data residency yang selama ini dikenal. Sistem ini berbasis super computer dan quantum technology, menghadirkan kemandirian yang dinilai krusial di era kompetisi teknologi dalam konteks rivalitas geopolitik global. Sebagai pengembang operating system independen, PHOENIQS AG memungkinkan pemilik data menyimpan dan mengolah data berbasis AI secara lebih berdaulat.

Nongsa Digital Park, yang merupakan kawasan ekonomi khusus untuk ekonomi digital, menyediakan konektivitas internasional maupun regional serta lingkungan pusat data berbasis super komputer dan AI di dalam kawasan tersebut. Sementara PHOENIQS AG menghadirkan teknologi sovereign cloud dan AI yang sebelumnya telah diterapkan bersama mitra telekomunikasi dan infrastruktur di Swiss dan Timur Tengah. Kerja sama ini menjadikan Nongsa sebagai salah satu platform sovereign AI di Indonesia berbasis super computer, menggunakan sistem operasi cloud PHOENIQS yang dilengkapi teknologi confidential computing dan kunci enkripsi yang dipegang sepenuhnya oleh pelanggan atau pemilik data. Sistem ini memadukan performa setingkat hyperscaler dengan skema harga berbasis penggunaan.

Implementasi kerja sama akan dimulai dengan proyek percontohan yang melibatkan sejumlah bank, perusahaan telekomunikasi, dan manufaktur di Batam dan Singapura. Dubes Ngurah menambahkan bahwa kerja sama ini melengkapi kemitraan hilirisasi mineral dan metal yang telah ditandatangani Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia dengan Menteri Federal Urusan Ekonomi Swiss di Kanton Basel Stadt, serta kerja sama pengembangan smart factory yang melibatkan sektor swasta kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Ngurah menekankan bahwa di era kontestasi geopolitik, pengembangan kedaulatan dan kemandirian teknologi digital menjadi kebutuhan prioritas banyak negara untuk melepaskan diri dari ketergantungan. Ia menilai PHOENIQS AG merupakan salah satu motor pengembangan sovereign AI di Eropa yang berada di negara netral seperti Swiss, sementara Nongsa Digital Park memiliki posisi strategis dekat dengan hub keuangan dan industri di Asia Tenggara. Kedua perusahaan mengapresiasi peran Dubes Ngurah dan KBRI Bern atas dukungan penuh dalam memfasilitasi dialog dan kerja sama antara mitra Indonesia dan Swiss.

Penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi Indonesia melalui perwakilan RI guna mendukung Visi Indonesia Emas 2045, serta merupakan tindak lanjut konkret dari Forum Bisnis Indonesia-Swiss bertema ekonomi digital dan AI yang diselenggarakan KBRI Bern pada Juni lalu di Kanton Zug, Swiss. Forum bisnis dengan berbagai tema yang disesuaikan dengan program prioritas Indonesia terus diselenggarakan untuk menarik investasi perusahaan kecil dan menengah Swiss yang berbasis teknologi inovasi dan rendah karbon.

Kemitraan ini membawa dampak signifikan bagi masyarakat Indonesia, particularly dalam memperkuat kedaulatan data nasional dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Dengan adanya platform sovereign AI berbasis super computer di dalam negeri, sektor perbankan, telekomunikasi, dan manufaktur dapat mengolah data sensitif secara lebih aman dan terkendali. Selain itu, kerja sama ini berpotensi menciptakan lapangan kerja baru di bidang teknologi AI dan cloud computing, serta mempercepat transfer pengetahuan dan keterampilan bagi talenta digital Indonesia. Bagi masyarakat luas, pengembangan infrastruktur digital berdaulat ini diharapkan mempercepat transformasi digital nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai teknologi global.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.