Stok Beras Sejarah, Pemerintah Klaim Inflasi Pangan Mulai Melandai
Pemerintah memastikan kondisi pangan nasional dalam keadaan aman seiring inflasi pangan yang mulai melandai pada Oktober. Badan Pangan Nasional mencatat inflasi umum secara bulanan turun menjadi 0,22 persen dari sebelumnya 0,33 persen. Angka ini menunjukkan tekanan harga yang semakin berkurang dibanding bulan sebelumnya. Yang menarik, komoditas beras dilaporkan tidak lagi memberikan andil signifikan terhadap inflasi pangan bergejolak.
Inflasi pangan secara bulanan juga tercatat melandai di level 0,77 persen setelah September berada di angka 1,46 persen. Bahkan inflasi beras nyaris nihil di level 0,08 persen, turun drastis dibandingkan September yang mencapai 0,80 persen. Sebelumnya, inflasi beras tertinggi tahun ini terjadi pada Maret sebesar 0,65 persen akibat momentum Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini berada di level tertinggi sepanjang sejarah. Ia menyampaikan arahan Presiden Prabowo untuk menyalurkan stok tersebut bagi kepentingan masyarakat melalui berbagai program stabilisasi. Menurutnya, kondisi global memang sedang dalam siaga waspada, namun Indonesia dipastikan aman.
Untuk menahan fluktuasi harga, pemerintah memperkuat intervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta Gerakan Pangan Murah. Sepanjang Oktober, penyaluran Cadangan Beras Pemerintah ke masyarakat mencapai sekitar 161 ribu ton, sebagian besar digulirkan sebagai beras program stabilisasi melalui Bulog. Gerakan Pangan Murah sendiri terealisasi sebanyak 1.595 kali di 38 provinsi selama bulan Oktober.
Selain itu, pemerintah mendukung pemerataan stok dari daerah surplus ke daerah defisit melalui program Fasilitasi Distribusi Pangan. Realisasi program ini sepanjang Oktober mencapai lebih dari 22,2 ton berbagai komoditas, termasuk pengiriman cabai rawit merah ke daerah yang mengalami fluktuasi harga. Stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog hingga akhir Oktober tercatat mencapai 4,5 juta ton.
Ke depan, kondisi perberasan masih menghadapi tantangan fenomena El Nino yang disebut sebagai yang paling berat dan melanda secara global. Meski demikian, pemerintah mengklaim telah bersiap sejak jauh hari mulai dari penguatan hulu hingga hilir. Masyarakat diminta tidak perlu khawatir berlebihan karena pasokan pangan dipastikan aman.
Analisis singkat dampaknya bagi masyarakat, melandainya inflasi pangan dan nihilnya andil beras terhadap inflasi bergejolak menjadi sinyal positif bagi daya beli rumah tangga. Dengan harga beras yang stabil dan pasokan melimpah, masyarakat berpenghasilan rendah dapat lebih mudah mengakses pangan pokok. Program Gerakan Pangan Murah dan penyaluran cadangan beras juga membantu menjaga keterjangkauan harga di pasar. Namun, kewaspadaan terhadap El Nino tetap diperlukan agar stabilitas pangan tidak terganggu pada bulan-bulan mendatang.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.