Indonesia Pacu Investasi Hulu Migas Lewat Serangkaian Kesepakatan Strategis di ADIPEC 2026
Jakarta, 10 Februari 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan penandatanganan sejumlah kerja sama strategis di sektor hulu migas pada ajang Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) 2026. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia semakin membuka pintu bagi investasi global di industri energi.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menegaskan bahwa Indonesia menyambut hangat mitra internasional yang berminat terlibat dalam pengembangan industri hulu migas nasional. Menurutnya, kerja sama ini merupakan wujud komitmen kesiapan Indonesia dalam aliansi energi global.
Adapun sejumlah kesepakatan yang ditandatangani meliputi Nota Kesepahaman antara PT Pertamina Drilling Services Indonesia dan Halliburton Worldwide Ltd., serta Kontrak Time Charter Offshore Support Vessel antara PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari (ELPI) Samudra Offshore dan Atlantic Maritime Group FZE. Selain itu, terdapat kerja sama pendirian perusahaan baru di bidang surveying dan mapping yang berbasis di Abu Dhabi antara PT Hidrokinetik Indo Pacific dan Tara Industries LLC, yang akan melayani industri minyak dan gas bumi serta industri subsea cable di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Satu kesepakatan lainnya adalah kerja sama promotion and deployment of STARSEMAR Chemical Reservoir Stimulation antara PT Luas Birus Utama dan Tara Industries LLC.
Djoko mengungkapkan bahwa tren investasi hulu migas Indonesia terus menunjukkan momentum positif. Pada 2025, investasi mencapai 14,9 miliar dolar AS dan diproyeksikan meningkat menjadi 17,87 miliar dolar AS pada 2026, yang akan menjadi angka tertinggi dalam satu dekade terakhir. Melalui partisipasi di ADIPEC, SKK Migas berharap dapat memperkuat momentum tersebut dengan membuka lebih banyak peluang kemitraan dan menarik investasi baru.
Selain itu, Djoko menawarkan peluang investasi di 128 cekungan sedimen, termasuk 65 cekungan yang belum dieksplorasi. Menurutnya, potensi ini membuka kesempatan bagi investor global untuk berpartisipasi dalam pengembangan hulu migas Indonesia. Dukungan investasi, teknologi, serta kemitraan yang tepat dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut, mendorong penemuan sumber daya baru, serta memperkuat keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional.
Bagi masyarakat, rangkaian kesepakatan ini berpotensi membawa dampak positif jangka panjang. Peningkatan investasi di sektor hulu migas dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta memperkuat pasokan energi domestik yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional. Namun, keberhasilan proyeksi investasi tersebut tetap bergantung pada konsistensi iklim investasi dan kepastian regulasi yang mampu menarik minat mitra global.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.