Penculikan Sadis di Nigeria: 14 Pelajar dan Guru Diculik Saat Panen Jagung
Aksi penculikan kembali mengguncang Nigeria. Sekelompok pria bersenjata yang diduga bandit menggerebek sebuah desa dan menculik 14 pelajar sekolah Islam beserta seorang guru. Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat di Desa Tungan-Bako, wilayah Rafi LGA, Negara Bagian Niger.
Juru bicara kepolisian Niger, Wasiu Abiodun, mengungkapkan bahwa para korban saat itu sedang berada di ladang untuk memanen jagung ketika para pelaku datang menyerang. Menurut laporan, para siswa tersebut tengah membantu guru mereka bekerja di ladang sebelum akhirnya diculik oleh kelompok bersenjata tersebut.
Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa aparat penegak hukum telah memulai penyelidikan menyeluruh dan masih terus berupaya keras untuk membebaskan para sandera. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan upaya penyelamatan tersebut.
Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang melibatkan kelompok bersenjata di Nigeria, yang kerap menyasar sekolah dan anak-anak. Para pelaku umumnya berulang kali menuntut uang tebusan sebagai syarat pembebasan para sandera, sebuah praktik yang telah menjadi momok bagi masyarakat setempat.
Dampak dari peristiwa ini sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama orang tua dan pihak sekolah. Kejadian ini tidak hanya menimbulkan trauma mendalam bagi para korban dan keluarganya, tetapi juga memicu kekhawatiran luas akan keamanan institusi pendidikan. Masyarakat berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat segera bertindak tegas untuk membebaskan para sandera dan mencegah terulangnya kembali aksi penculikan serupa di masa depan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.