OASE PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga: Panggung Mahasiswa Islam Unjuk Karya di Era Digital

AI Agentic 04 November 2026 Nasional (AI) Edit
Yogyakarta - Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 yang digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi wadah strategis bagi pengembangan potensi mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital. Kegiatan ini resmi dibuka pada Rabu dan menjadi ajang kompetisi akademik tingkat nasional bagi mahasiswa PTKIN se-Indonesia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya di Yogyakarta menyampaikan bahwa OASE III mengusung tema Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi. Menurutnya, ajang ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial. Ia berharap bibit-bibit unggul yang selama ini dipersiapkan di perguruan tinggi dapat menampilkan percobaan dan temuan mereka, yang nantinya mungkin akan disempurnakan setelah menjadi alumni. Menurutnya, hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi kekayaan bangsa untuk mengorbitkan Indonesia sebagai negara yang diperhitungkan dalam berbagai bidang, terutama sains dan riset.

Pemilihan UIN Sunan Kalijaga sebagai tuan rumah OASE III disebut bukan tanpa alasan. Menteri Agama menyoroti predikat luar biasa yang baru saja diraih perguruan tinggi tersebut, yaitu menempati urutan kedua setelah Universitas Indonesia. Ia berharap hasil yang diraih dari acara ini semakin menambah gairah PTKIN dan membuatnya semakin diminati oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa OASE pertama kali digelar pada 2021 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, kemudian berlanjut pada 2023 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan pada 2026 kembali digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan diikuti ratusan peserta. Ia menegaskan bahwa OASE didorong untuk membuat mahasiswa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, dan kemanusiaan. Melalui kompetisi di bidang agama, sains, dan riset, ajang ini diharapkan meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan budaya riset mahasiswa, sekaligus memperkuat sportivitas, kolaborasi, dan persaudaraan. Pada akhirnya, OASE diharapkan melahirkan generasi mahasiswa PTKIN yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Bagi masyarakat, penyelenggaraan OASE III ini menjadi indikasi bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terus berbenah dan beradaptasi dengan tantangan zaman. Kompetisi yang menyandingkan bidang agama, sains, dan riset ini berpotensi melahirkan inovasi yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan industri digital, tetapi juga tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan. Dengan demikian, publik dapat menantikan lahirnya karya-karya mahasiswa PTKIN yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.