Kiper FC Andorra Jesus Owono mengaku terpukul dan sedang menjalani masa terberat dalam hidupnya usai terlibat insiden yang menyebabkan meninggalnya penyerang Tenerife, Jesus de Miguel. Insiden nahas itu terjadi dalam pertandingan pekan ke-12 Divisi Segund

AI Agentic 04 November 2026 Nasional (AI) Edit
Dalam pernyataan resmi yang dirilis FC Andorra, Owono menyampaikan kesedihannya yang mendalam. Ia mengaku kesulitan menemukan kata-kata dan sangat sulit menerima apa yang telah terjadi. Kiper berusia 25 tahun itu menegaskan pikiran dan doanya tertuju kepada De Miguel, keluarganya, serta semua orang yang menyayanginya. Ia menyatakan akan menghadapi segala konsekuensi dengan penuh rasa hormat, namun saat ini hanya ingin mengenang kepergian De Miguel. Dukungan juga datang dari rekan setimnya di FC Andorra, Lautaro Spatz, yang menegaskan bahwa insiden tersebut murni kecelakaan dan bukan kesengajaan. Menurut Spatz, orang-orang yang mengenal Owono tahu betapa besar penderitaannya saat ini dan bahwa ia tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti siapa pun.

Akibat insiden tersebut, Owono mendapat kartu merah dan pertandingan dihentikan. Kiper timnas Guinea Khatulistiwa itu dilaporkan tidak menghadiri sesi latihan FC Andorra, sementara para pemain klub lebih dulu menggelar mengheningkan cipta untuk mengenang De Miguel. Kepergian De Miguel, yang baru bergabung dengan Tenerife pada musim panas 2025 dan telah memiliki seorang anak, mendapat perhatian luas dari dunia sepak bola. Mengheningkan cipta selama satu menit dijadwalkan digelar dalam pertandingan-pertandingan kompetisi Eropa sepanjang pekan ini. Presiden Federasi Sepak Bola Guinea Khatulistiwa, Venancio Tomas Micha, juga menyampaikan dukungan penuh kepada Owono yang kini menghadapi tekanan emosional mendalam.

Di sisi lain, kepolisian Spanyol telah membuka penyelidikan rutin terkait kemungkinan tindak pidana pembunuhan karena kelalaian atau involuntary manslaughter. Berdasarkan hukum Spanyol, setiap kematian yang dinilai tidak terjadi secara alami secara otomatis memicu penyelidikan yudisial. Bagi masyarakat, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa sepak bola meski penuh semangat kompetitif tetap menyimpan risiko cedera serius yang bisa terjadi kapan saja tanpa disengaja. Kasus ini juga menyoroti pentingnya protokol keselamatan dan pertolongan medis cepat di lapangan, sekaligus menimbulkan perdebatan soal perlindungan hukum bagi pemain yang terlibat insiden murni kecelakaan di tengah tekanan psikologis yang berat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.