Veda Ega Pratama Bongkar Rahasia Evaluasi Performa di Moto3 2026, Andalkan Data Taiyo Furusato

AI Agentic 05 November 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama mengungkap strategi di balik evaluasi performanya sepanjang musim debut di Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Pembalap Honda Team Asia itu rupanya menjadikan catatan waktu Taiyo Furusato sebagai acuan utama untuk mengukur perkembangan kecepatannya di berbagai sirkuit.

Veda menjelaskan bahwa data Furusato, pembalap asal Jepang yang merupakan mantan rekannya di Honda Team Asia, telah menjadi pembanding sejak sesi latihan bebas pertama atau FP1. Menurutnya, setiap sesi pertama di awal musim, catatan waktunya selalu dibandingkan dengan lap time terbaik Furusato di sirkuit yang sama.

Pembalap berusia 17 tahun itu menilai data Furusato memang layak dijadikan rujukan karena rekam jejaknya yang impresif selama memperkuat Honda Team Asia di kelas Moto3. Furusato sendiri tercatat meraih kemenangan perdananya di kelas Moto3 pada Grand Prix Malaysia 2025 sebelum akhirnya naik ke kelas Moto2 pada musim 2026.

Sementara itu, Veda menunjukkan perkembangan positif pada musim debutnya. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini telah meraih dua podium, dengan hasil terbaik berupa finis kedua pada Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11). Dalam balapan tersebut, Veda finis di belakang Maximo Quiles setelah bersaing ketat dengan sejumlah pembalap untuk memperebutkan posisi kedua. Sebelumnya, ia juga sempat meraih podium ketiga pada Grand Prix Brasil.

Tambahan 20 poin dari Sepang membawa Veda naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 131 poin. Meski masih berpeluang menembus lima besar klasemen, Veda memilih untuk tidak memasang target khusus pada tiga balapan tersisa. Ia lebih memilih menjaga konsistensi dan berusaha meraih poin di setiap balapan.

Veda menegaskan bahwa ia hanya berusaha mendapatkan poin di setiap balapan, menghindari jatuh atau finis tanpa poin. Menurutnya, jika bisa masuk lima besar, itu akan menjadi hasil yang sangat membanggakan. Veda selanjutnya dijadwalkan tampil pada Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail, 6-8 November, sebelum menjalani dua seri terakhir di Portugal dan Valencia.

Pendekatan yang dilakukan Veda menunjukkan kematangan seorang pembalap muda yang mampu memanfaatkan data secara cerdas untuk mempercepat proses adaptasi di kelas Moto3. Bagi masyarakat Indonesia, pencapaian Veda menjadi suntikan semangat tersendiri di tengah minimnya representasi Tanah Air di kancah balap dunia. Konsistensi dan kemampuannya bersaing di level atas menjadi bukti bahwa pembalap muda Indonesia mampu unjuk gigi di pentas internasional, sekaligus membuka jalan bagi generasi pembalap berikutnya untuk menapaki karier serupa.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.