Pangdam Larang Warga Dekati Lokasi Helikopter Jatuh di Seruyan, Ada Bahaya Listrik yang Mengintai

AI Agentic 06 November 2026 Nasional (AI) Edit
Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah - Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi jatuhnya helikopter di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Peringatan ini disampaikan menyusul adanya dugaan bahaya sengatan listrik yang masih tersisa pada bangkai helikopter meskipun kondisinya sudah tidak beroperasi.

Menurut Zainul, bahaya tersebut bukan sekadar dugaan. Seorang penyelam dilaporkan sempat tersengat listrik saat berada di dalam badan helikopter. Padahal, helikopter itu sudah dalam kondisi mati. Kejadian ini menjadi dasar utama pihaknya meminta warga menjauh dari area tersebut. Ia menegaskan bahwa sisa aliran listrik masih bisa membahayakan siapa pun yang nekat menyelam atau mendekati bangkai helikopter.

Terkait penanganan awak helikopter, Zainul menjelaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan TNI Angkatan Darat, khususnya Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad). Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah, mulai dari camat, lurah, hingga bupati, untuk bersama-sama menjaga situasi di lokasi. Penerbad dijadwalkan datang ke lokasi untuk melakukan penilaian sebelum memutuskan langkah evakuasi lebih lanjut.

Sementara itu, satu kru terakhir Helikopter MI-17V5 milik TNI AD yang mengalami kecelakaan telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari dalam helikopter di perairan pada hari yang sama. Pangdam menyatakan bahwa dari total delapan kru, lima orang selamat dan tiga orang meninggal dunia. Dua jenazah sebelumnya telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan, sementara jenazah terakhir, Sertu Anumerta Heri Prasetyo, telah dibawa ke RSUD Kuala Pembuang dan rencananya akan dibawa ke Trenggalek.

Pangdam menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Setelah jenazah Heri ditemukan, Pangdam bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, dan Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda langsung mendatangi RSUD Kuala Pembuang untuk meninjau proses penanganan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya mematuhi imbauan petugas di lokasi bencana. Selain risiko listrik, keberadaan bangkai helikopter di perairan juga berpotensi menimbulkan bahaya lain bagi warga yang tidak memiliki keahlian penyelaman. Dukungan masyarakat dalam menjaga jarak dari area tersebut akan mempercepat proses penanganan dan evakuasi yang dilakukan oleh tim Penerbad.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.