Bau Tak Sedap RDF Rorotan Terkuak, Kebiasaan Baru Warga Jakarta Utara Jadi Sorotan! Padahal, Ada Potensi 'Cuan' Miliaran Rupiah

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Bau tak sedap yang selama ini kerap tercium di fasilitas pengolah sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, akhirnya terkuak penyebabnya. Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara menyebut, aroma tidak sedap itu muncul akibat tercampurnya sampah organik dan anorganik dari rumah tangga. Kepala Sudin LH Jakarta Utara, Edi Mulyanto, meminta masyarakat untuk lebih disiplin memilah sampah dari rumah. Menurut Edi, tanpa pemilahan, sampah organik yang tercampur dengan anorganik akan menimbulkan bau tak sedap hanya dalam sehari, sementara sampah anorganik murni yang masuk ke fasilitas RDF diyakini tidak akan menimbulkan masalah bau.

Perubahan pola konsumsi masyarakat pasca-pandemi COVID-19, di mana belanja online dengan kemasan menjadi dominan, disebut Edi menjadi pemicu pergeseran komposisi sampah di wilayahnya. Jika sebelum pandemi sampah organik mendominasi sekitar 60 persen, kini sampah anorganik di Jakarta Utara justru lebih banyak, mencapai 51 persen, melebihi sampah organik yang 49 persen. Kondisi ini membuat upaya pengelolaan di fasilitas seperti RDF Rorotan menjadi lebih kompleks. Oleh karena itu, Sudin LH Jakarta Utara mengoptimalkan peran bank sampah yang tersebar di masyarakat sebagai solusi awal untuk memilah dan mengedukasi warga.

Lebih dari sekadar mengurangi bau, pengelolaan sampah terpilah ini menyimpan potensi ekonomi yang besar. Residu sampah anorganik yang terpilah dapat diolah menjadi bahan bakar pengganti batu bara untuk pabrik RDF Rorotan. Pihaknya menyoroti efektivitasnya yang tinggi dan nilai ekonomi yang bisa menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) signifikan, terutama melalui kerja sama dengan pabrik semen yang membutuhkan hingga 8.000 ton sampah RDF per hari dengan harga Rp400 ribu per ton. "Ini bukan hanya tentang pengelolaan limbah, tapi juga peluang ekonomi yang menciptakan cuan," ujar Edi, seraya berharap masyarakat bisa melihat sisi positif dan tidak hanya fokus pada protes terhadap fasilitas RDF, melainkan turut berpartisipasi aktif dalam pemilahan sampah demi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.