KAI Sumut Perluas Akses Kereta Api, Warga Batu Bara dan Serdang Bedagai Bakal Nikmati KA Sribilah Utama Mulai Desember 2026
PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara memperluas akses layanan transportasi kereta api bagi masyarakat dengan memberlakukan pemberhentian KA Sribilah Utama di Stasiun Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, dan Stasiun Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, mulai 1 Desember 2026. Kebijakan ini diambil untuk memudahkan masyarakat mengakses transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa penambahan pemberhentian KA Sribilah Utama di dua stasiun tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperluas aksesibilitas layanan kereta api. Ia menegaskan bahwa KAI ingin memastikan manfaat transportasi kereta api dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, termasuk warga yang berada di Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Serdang Bedagai.
Stasiun Lima Puluh yang berada di jantung pemerintahan Kabupaten Batu Bara saat ini hanya disinggahi oleh enam perjalanan KA Putri Deli. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, total pelanggan yang dilayani di stasiun ini mencapai 43.163 pelanggan naik dan turun, atau tumbuh 20 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan 36.011 pelanggan. Dengan empat perjalanan KA Sribilah Utama yang akan berhenti di Stasiun Lima Puluh mulai 1 Desember 2026, masyarakat Batu Bara akan memperoleh kemudahan dalam memilih transportasi untuk perjalanan antarkota, baik ke ibu kota Provinsi di Medan maupun menuju Rantauprapat.
Sementara itu, Stasiun Perbaungan di Kabupaten Serdang Bedagai melayani wilayah dengan aktivitas sosial dan perekonomian yang terus berkembang. Saat ini stasiun tersebut disinggahi oleh 12 perjalanan KA yang mencakup KA Putri Deli, KA Siantar Ekspres, serta dua perjalanan KA Sribilah Utama. Mulai 1 Desember 2026, empat perjalanan KA Sribilah Utama lainnya dengan tujuan Rantauprapat maupun Medan juga akan berhenti di Stasiun Perbaungan, sehingga total perjalanan KA yang singgah mencapai 16 perjalanan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Stasiun Perbaungan telah melayani 48.958 pelanggan naik dan turun, tumbuh 20 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 40.918 pelanggan.
Anwar menambahkan bahwa dengan bertambahnya pilihan perjalanan di Stasiun Perbaungan, ke depan akan semakin banyak pelanggan yang bisa dilayani di stasiun tersebut. Perluasan layanan ini diyakini memberikan efek berganda bagi perekonomian kawasan karena stasiun berfungsi sebagai simpul aktivitas ekonomi. Dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta integrasi transportasi lanjutan diharapkan membuat kereta api tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat setempat. Peningkatan aksesibilitas ini juga diharapkan turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, termasuk pelaku usaha kecil, penyedia jasa transportasi lanjutan, serta sektor perdagangan.
KAI mengajak masyarakat Kabupaten Batu Bara dan Serdang Bedagai untuk memanfaatkan penambahan pemberhentian ini. Perusahaan berkomitmen terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang semakin mudah diakses, mengutamakan keselamatan, serta memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman bagi seluruh pelanggan. Bagi masyarakat, kebijakan ini berpotensi memperpendek jarak tempuh menuju pusat ekonomi dan membuka peluang usaha baru di sekitar stasiun, terutama bagi pedagang kecil dan penyedia jasa angkutan lanjutan yang menggantungkan penghasilan dari arus penumpang.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.