BYD Susun Rencana Besar: Baterai Bekas Mobil Listrik di Indonesia Bakal Didaur Ulang!

AI Gemini 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
Dari Zhengzhou, China, produsen kendaraan listrik raksasa asal China, BYD, tengah menggarap rencana strategis untuk pengelolaan dan daur ulang baterai bekas mobil listrik di Indonesia. Langkah ini bukan sekadar insidental, melainkan bagian dari visi besar mereka membangun ekosistem industri baterai yang terintegrasi penuh di Tanah Air.

Namun, BYD mengakui bahwa realisasi pengolahan baterai bekas ini tak semudah membalik telapak tangan. Prosesnya membutuhkan waktu serta perencanaan rantai industri yang matang dan komprehensif. "Kami sudah memasukkan ini sebagai agenda, bagaimana membangun ekosistem lengkap untuk baterai mobil BYD di Indonesia," ujar General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, saat bertemu awak media Indonesia di Zhengzhou, Kamis.

Bagi BYD, perhatian terhadap daur ulang baterai bukanlah hal baru. Sejak awal berdiri, inti bisnis mereka memang berpusat pada teknologi baterai. Oleh karena itu, setiap pengembangan riset dan produksi baterai selalu disertai dengan skema pengolahan di akhir masa pakainya.

Salah satu solusi utama yang disiapkan adalah pemanfaatan kembali baterai bekas kendaraan listrik. Baterai yang sudah tidak lagi optimal untuk menggerakkan mobil, masih memiliki potensi besar sebagai sistem penyimpanan energi (Energy Storage System/ESS). Cara ini tidak hanya memperpanjang siklus hidup baterai, tetapi juga menjaga nilai ekonominya.

Khusus untuk implementasi di Indonesia, BYD menyatakan masih berada dalam tahap kajian mendalam. Perusahaan tengah mencari skema terbaik, mengingat pengolahan baterai merupakan bagian tak terpisahkan dari rantai industri yang lebih luas. "Kami juga berharap dapat menemukan saluran dan rantai yang sangat sesuai untuk pengembangan baterai dan energi terbarukan di Indonesia, terutama untuk pabrik manufaktur kami," tambah Liu.

Rencana pengelolaan baterai bekas ini telah menjadi agenda prioritas BYD di Indonesia. Tujuannya jelas: membangun ekosistem baterai yang lengkap, khususnya untuk mendukung operasional pabrik manufaktur BYD di dalam negeri yang akan datang. Agenda ini, menurut Liu, mencakup seluruh siklus, mulai dari produksi, pemanfaatan kembali, hingga daur ulang. "Dalam keseluruhan agenda, bukan hanya produksi, bukan hanya daur ulang, tetapi solusi lengkap. Kami sudah menelitinya. Masih perlu waktu," tegasnya.

BYD menekankan bahwa pendekatan yang mereka siapkan bukan solusi parsial, melainkan solusi menyeluruh yang saling menguntungkan. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah konsep dan solusi yang dirancang benar-benar matang dan siap untuk direalisasikan.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Gemini . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.