Banjir Langganan & Tembok Amblas Hantui Pasar Cipulir, Pedagang Keluhkan Pembeli Sepi hingga Omzet Anjlok
Para pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, kembali mengeluh. Bukan hanya genangan banjir yang kerap melanda, namun juga sepinya pembeli yang berimbas pada anjloknya pendapatan mereka. Situasi ini diperparah dengan insiden amblasnya tembok pasar baru-baru ini, menambah daftar panjang tantangan bagi para pelaku usaha di salah satu pusat perbelanjaan tekstil Ibu Kota tersebut. Banjir bukan lagi fenomena baru di Pasar Cipulir; para pedagang menyebutnya sebagai "langganan" yang berulang setiap musim hujan tiba, memaksa mereka berjuang ekstra untuk menjaga dagangan dan menarik minat pembeli.
Novia (25), seorang pedagang pakaian, mengakui bahwa setiap kali banjir datang, jumlah pengunjung akan menurun drastis. Ia mencontohkan, banjir pada Kamis (22/1) sempat terjadi hingga empat kali, meskipun cepat surut dalam 30 menit hingga satu jam setinggi mata kaki. Namun, genangan pada Jumat pagi jauh lebih parah, mencapai betis dan baru surut setelah tiga jam. Pedagang lain, Hendi (52), membenarkan bahwa pasar tersebut memang sering dilanda banjir, namun biasanya cepat surut. Meski demikian, para pedagang telah mengantisipasi dengan menyiapkan sekat dan memindahkan barang dagangan ke tempat yang lebih tinggi, sehingga kerugian akibat barang basah atau kotor bisa diminimalisir. Sementara itu, Safrizal (70), pedagang batik yang telah berjualan sejak 1995, melihat penurunan minat beli yang lebih luas. Ia menyoroti dampak musibah di luar Jawa, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang membuat pembeli dari daerah tersebut enggan datang, khususnya menjelang Lebaran yang biasanya menjadi puncak keramaian pasar.
Kondisi Pasar Cipulir semakin menjadi sorotan setelah temboknya amblas pada Minggu (19/1) akibat pergeseran turap kali di sekitar lokasi, yang mengakibatkan area pasar tergenang. Meskipun video aktivitas jual beli di tengah genangan sempat viral di media sosial dan menunjukkan ketahanan para pedagang, realitas sepi pembeli tetap menjadi pukulan berat. Situasi ini mencerminkan kerentanan ekonomi para pedagang kecil terhadap masalah infrastruktur yang berulang dan dampak domino dari bencana di wilayah lain. Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kota Jakarta Selatan telah melaporkan insiden tembok amblas tersebut kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBSWCC), sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengerahkan petugas dan pompa untuk mengantisipasi dan menangani genangan di kawasan Cipulir, menunjukkan upaya serius pemerintah dalam mengatasi masalah kronis di pasar tersebut.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.