Tanah Datar Kejar Target: Hunian Sementara Korban Bencana Siap Huni Sebelum Ramadhan
TANAH DATAR – Pemerintah Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menunjukkan optimisme tinggi bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) dari BNPB akan rampung sepenuhnya sebelum datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Target ketat telah ditetapkan, di mana seluruh pengungsi korban bencana tanah bergerak di wilayah tersebut diharapkan sudah bisa menempati huntara paling lambat 31 Januari 2026. Wali Nagari Bungo Tanjuang, Yudisthira Anuggraha, menegaskan komitmen ini, mengacu pada arahan dari BNPB dan Bupati Tanah Datar.
Saat ini, kolaborasi BNPB dan TNI tengah gencar membangun 23 unit huntara yang akan menjadi tempat bernaung bagi 23 kepala keluarga atau setara 76 jiwa. Pembangunan ini melibatkan puluhan personel TNI dari Kodim 0307 Tanah Datar, Batalion Infanteri 131/Braja Sakti, serta personel BNPB. Yudisthira mengungkapkan pihaknya melihat percepatan pembangunan yang signifikan, diawasi langsung oleh BNPB. Selain penyediaan tempat tinggal, pemerintah juga memastikan kebutuhan pokok seperti sembako terjamin bagi penghuni huntara, mengingat banyak warga kehilangan mata pencarian akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 lalu. Salah seorang penghuni, Yenti, yang sudah menempati huntara sejak 20 Januari 2026 bersama tiga anaknya, mengungkapkan rasa syukurnya karena mendapatkan fasilitas lengkap mulai dari kasur, selimut, peralatan dapur, hingga sembako setelah sebelumnya menumpang di rumah kerabat.
Secara lebih luas, Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyatakan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan kabupaten ini sebagai skala prioritas dalam penanganan dan pemulihan dampak bencana. Saat ini, pemerintah sedang merampungkan pembangunan 129 unit huntara. Namun, tantangan besar masih menanti, di mana 385 kepala keluarga lainnya masih menunggu hasil verifikasi dari Badan Geologi terkait kelayakan tinggal di zona merah potensi bencana, sebelum dapat direlokasi secara permanen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun upaya rehabilitasi sementara berjalan pesat, solusi jangka panjang untuk keselamatan warga terdampak bencana masih memerlukan proses dan kajian mendalam.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.