Tangerang – Insiden mengejutkan terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kabupaten Tangerang, Banten, saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Sebanyak enam siswa mengalami luka-luka setelah plafon salah satu ruang kelas ambruk pada Kamis (21/12) sekitar pukul 08.30 WIB.
Menurut Pengawas SMA Kabupaten Tangerang, Syaeful Rohman, kejadian nahas itu berlangsung di ruang kelas X yang kala itu sedang diisi oleh 35 siswa. "Kejadiannya saat melaksanakan pembelajaran, jadi anak-anak tidak sempat lari," ungkap Syaeful di Tangerang.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ada korban luka berat. Seluruh siswa yang tertimpa hanya mengalami luka ringan. Sebagai langkah respons cepat, proses belajar mengajar dihentikan sementara waktu, dan ruang kelas yang terdampak dinyatakan tidak dapat digunakan.
"Kami sudah cek ulang bersama pemegang barang dan tim sarana prasarana. Namun, karena faktor cuaca, penanganan sementara hanya sebatas pengamanan," jelas Syaeful.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa robohnya plafon SMAN 5 yang berlokasi di Kecamatan Kosambi itu disebabkan oleh cuaca ekstrem. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak pagi hingga siang hari mengakibatkan atap bangunan mengalami kebocoran parah, hingga akhirnya plafon tidak mampu menahan beban dan ambruk.
Achmad Taufik menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk memastikan insiden ini murni akibat kondisi cuaca. "Itu karena kebocoran. Dari bocor, lama-lama jadi roboh, hanya sedikit informasinya," katanya.
Sumber:
Baca Selengkapnya