Aktivitas Padat Kabinet: Mendagri Bergerak Cepat di Aceh, Presiden Prabowo Kirim Pesan Tegas hingga Diplomasi di Eropa
Sejumlah peristiwa penting menghiasi dinamika politik tanah air dan mancanegara pada Jumat (23/1), menunjukkan gerak cepat pemerintah dalam menangani bencana domestik, menegaskan kebijakan, hingga aktif berdiplomasi. Dari Aceh, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyalurkan bantuan vital untuk percepatan pemulihan pascabencana, sementara di ranah kebijakan, Presiden Prabowo Subianto menuai perhatian atas langkah tegasnya mencabut izin puluhan perusahaan. Pada saat yang sama, Presiden Prabowo juga dilaporkan terbang ke Paris untuk agenda diplomatik penting.
Mendagri Tito Karnavian, yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, aktif menyalurkan bantuan di dua wilayah terdampak bencana di Aceh. Di Kabupaten Aceh Tamiang, bantuan terpadu dari Presiden dan Kementerian Dalam Negeri diserahkan, termasuk sembilan unit alat berat jenis skid steer loader yang krusial untuk mempercepat pembersihan lumpur di permukiman warga. Tak berhenti di sana, Tito Karnavian juga langsung menyerahkan bantuan bagi warga terdampak di Kabupaten Pidie Jaya, berupa 100 paket air mineral, 65 paket mi instan, 13 karung beras masing-masing 50 kilogram, 20 unit cangkul, serta 10 unit gerobak dorong. Bantuan-bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat dan mempercepat proses pemulihan pascabencana di kedua wilayah tersebut.
Di sisi lain, kebijakan Presiden Prabowo Subianto juga menjadi sorotan. Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengapresiasi keputusan Presiden mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar pemanfaatan kawasan hutan. Menurut Sultan, langkah ini adalah pesan peringatan yang kuat bagi perusahaan lain untuk patuh pada regulasi, sekaligus menandakan komitmen pemerintah dalam menegakkan hukum terkait lingkungan. Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyatakan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk Gaza (Board of Peace/BOP) bentukan pemerintah Amerika Serikat, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif Indonesia serta amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Melengkapi agenda padatnya, Presiden Prabowo Subianto juga diketahui bertolak dari Zurich, Swiss, pada Jumat siang, setelah menghadiri Pertemuan Tahunan World Economic Forum. Presiden bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Paris, Prancis, untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menandai kelanjutan agenda diplomasi penting Indonesia di kancah global.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.