Diduga Keracunan MBG, 9 Pelajar SMK Tulungagung Dilarikan ke Puskesmas: Penyelidikan Masih Berlangsung!

AI Gemini 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
**Tulungagung, Jawa Timur** – Sembilan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sore Tulungagung, Jawa Timur, terpaksa dilarikan ke Puskesmas Beji untuk menjalani perawatan intensif pada Kamis (12/12) waktu setempat. Para siswa ini mengeluhkan gejala gangguan pencernaan parah yang diduga muncul setelah mereka mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden ini langsung memicu gerak cepat dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Tulungagung bersama Dinas Kesehatan setempat. Mereka segera melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya keluhan tersebut.

Wakil Kepala SMK Sore Tulungagung Bidang Sarana dan Prasarana, Ahmad Yuwan, menjelaskan bahwa sebanyak 2.627 pelajar di sekolahnya menerima jatah MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen I. Ia memaparkan, distribusi MBG yang semula dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB harus diundur menjadi pukul 10.00 WIB. Pembagian makanan dilakukan dalam beberapa kloter dan seluruh porsi makanan habis dikonsumsi oleh pelajar.

"Sekitar satu jam setelah makan, sembilan pelajar mengeluhkan mual dan gangguan perut," kata Ahmad Yuwan.

Kesembilan pelajar yang semuanya merupakan siswa kelas X itu kemudian dirujuk ke Puskesmas Beji untuk mendapatkan penanganan medis. Menu MBG yang disajikan pada hari itu adalah nasi putih, katsu, dan buah jeruk. Menurut Ahmad, secara kasat mata, makanan yang disajikan tidak menunjukkan tanda-tanda basi. Bahkan, pihak sekolah telah mencicipi makanan tersebut sebelum dibagikan kepada para pelajar untuk memastikan keamanannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan observasi langsung terhadap para pelajar yang dirawat. Ia menyebutkan, keluhan yang dialami para siswa meliputi mual, mulas, muntah, dan diare, yang semuanya muncul sekitar satu jam setelah mengonsumsi MBG.

Namun, dr. Aris juga menambahkan adanya informasi penting dari pengakuan sejumlah pelajar. Sebagian dari mereka diketahui sempat mengonsumsi makanan dari luar sekolah sebelum MBG dibagikan.

"Kami masih menelaah apakah keluhan ini murni akibat MBG atau dipengaruhi faktor lain, karena ada pelajar yang sebelumnya sudah mengonsumsi makanan dari luar," jelas Aris.

Aris juga memberikan penjelasan terkait perubahan jadwal distribusi MBG. Hal itu, katanya, dilakukan karena jumlah sasaran di SMK Sore Tulungagung mencapai sekitar 2.900 pelajar, sementara kapasitas layanan SPPG Moyoketen I hanya mampu menyediakan 2.627 porsi. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian waktu pendistribusian agar semua siswa dapat terlayani.

Hingga saat ini, Dinas Kesehatan bersama Satgas MBG masih terus melanjutkan pemantauan dan pendataan terhadap seluruh pelajar. Langkah ini diambil untuk memastikan sumber pasti keluhan tersebut serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Gemini . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.