Harapan Damai Suriah Utara: Uni Eropa Sambut Gencatan Senjata, Desak Solusi Komprehensif
Uni Eropa menyatakan sambutan hangat atas kesepakatan gencatan senjata di Suriah utara, menyebutnya sebagai "langkah positif" untuk meredakan eskalasi konflik di wilayah tersebut. Juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa, Anouar El Anouni, pada Jumat (23/1) mengonfirmasi bahwa gencatan senjata antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratis Suriah (SDF) pimpinan Kurdi menjadi momentum penting setelah pertempuran sengit selama berminggu-minggu yang melanda Aleppo dan area lain di Suriah utara.
El Anouni menekankan pentingnya dialog berkelanjutan dan mendesak semua pihak untuk tidak hanya melaksanakan gencatan senjata, tetapi juga mencapai kesepakatan komprehensif. Uni Eropa menyerukan penyelesaian politik perbatasan yang mencakup isu-isu krusial seperti keamanan, tata kelola pemerintahan, serta bantuan kemanusiaan. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi de-eskalasi yang berkelanjutan dan memberikan stabilitas serta bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak konflik berkepanjangan di Suriah utara.
Kesepakatan gencatan senjata mendesak ini sebelumnya ditandatangani pada Minggu oleh Presiden Suriah Ahmed Sharaa dan pemimpin SDF Mazloum Abdi. Menyusul kesepakatan tersebut, Kementerian Pertahanan Suriah pada Selasa mengumumkan akan memberlakukan gencatan senjata selama empat hari di wilayah timur laut Suriah. Dukungan Uni Eropa terhadap gencatan senjata ini menggarisbawahi harapan komunitas internasional akan terciptanya perdamaian dan stabilitas jangka panjang, meskipun jalan menuju solusi politik yang menyeluruh masih membutuhkan komitmen serius dari seluruh pihak.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.