Geger Iran: 10 Badan Intelijen Asing Diduga Otaki Kerusuhan, Ketua Parlemen Sebut 'Kudeta Semu'

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Teheran – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara mengejutkan menuding sepuluh badan intelijen asing berada di balik gelombang kerusuhan yang baru-baru ini melanda negara itu. Pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (23/1) ini menguatkan narasi bahwa gejolak internal adalah bagian dari "rencana Amerika Serikat (AS)-Israel" yang bertujuan mengancam integritas teritorial dan kedaulatan Iran. Klaim ini menegaskan kembali sikap Teheran yang kerap menyalahkan pihak eksternal atas instabilitas dalam negeri, berpotensi meningkatkan ketegangan diplomatik di kawasan.

Menurut IRGC, sebuah "ruang komando" asing telah dibentuk sejak konflik 12 hari pada Juni lalu dengan tujuan menciptakan kekacauan, memprovokasi intervensi militer, dan memobilisasi kelompok-kelompok yang dianggap ancaman. Meskipun tidak memberikan bukti konkret, IRGC mengklaim telah berhasil menggagalkan rencana-rencana tersebut dari Juni hingga akhir Desember. Dalam operasi yang mereka lakukan, sebanyak 735 individu yang terkait dengan "jaringan antikeamanan" telah ditahan, 11.000 "individu rentan" dibina, dan 743 senjata ilegal disita. Kerusuhan sendiri meletus pada Desember 2025, bermula dari isu ekonomi sebelum kemudian membesar menjadi tuntutan politik dan berujung pada kekerasan, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan parah pada fasilitas publik.

Menyikapi situasi ini, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut menyuarakan pandangannya. Dalam percakapan telepon dengan Ketua Parlemen Turkiye, Numan Kurtulmus, pada Kamis (22/1), Ghalibaf menggambarkan kerusuhan tersebut sebagai "kudeta semu" yang didukung oleh AS dan Israel. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Turkiye atas kebijakan non-intervensinya dalam urusan internal Iran. Tuduhan kuat terhadap kekuatan asing ini mengindikasikan upaya Teheran untuk menyatukan dukungan domestik dan mendelegitimasi kritik terhadap penanganan pemerintah atas protes, sekaligus menegaskan kedaulatan Iran di tengah dinamika geopolitik yang kompleks.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.