BMKG Peringatkan Kekeringan Dini di Natuna dan Anambas Kepri, Ancaman Karhutla Mengintai Hingga Maret!

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam telah mendeteksi fenomena kekeringan dini yang melanda dua kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yakni Natuna dan Anambas. Kondisi ini muncul seiring masuknya wilayah Kepri ke musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal Maret mendatang, membawa potensi dampak serius terhadap ketersediaan air dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, menjelaskan bahwa kekeringan tersebut terpantau melalui citra satelit cuaca Himawari-9 serta peta Fire Dangerous Rating System (FDRS) yang menganalisis suhu, kelembapan, curah hujan, dan angin di wilayah tersebut. Ia menegaskan, kekeringan yang terjadi saat ini adalah kekeringan permukaan tanah, yang secara langsung berdampak pada berkurangnya ketersediaan air tanah, khususnya bagi daerah yang sangat bergantung pada sumber air tadah hujan. Ramlan menambahkan, kondisi cuaca, vegetasi, dan tutupan lahan yang berbeda di tiap wilayah menjadi alasan mengapa kekeringan mula-mula terdeteksi di Natuna dan Anambas.

Informasi mengenai kondisi kekeringan ini, lanjut Ramlan, telah disampaikan oleh BMKG kepada pemerintah daerah Natuna dan Tarempa melalui rapat koordinasi. Meskipun saat ini belum terpantau adanya titik panas (hotspot) di wilayah Kepri, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya karhutla hingga awal Maret. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi kekeringan yang sedang berlangsung, demi mencegah dampak yang lebih luas.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.