Ketegangan Memuncak! Trump Ancam Kirim 'Kekuatan Besar' ke Iran, Beijing Mendesak Dialog dan Stabilitas

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa "kekuatan besar" sedang menuju ke Iran. Pernyataan tersebut segera direspons oleh pemerintah China yang menyerukan semua pihak untuk menahan diri, menjaga stabilitas, dan menyelesaikan perbedaan melalui dialog. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, pada Jumat (23/1) di Beijing, menegaskan harapan China agar Iran dapat mempertahankan stabilitas nasionalnya demi perdamaian di kawasan.

Sebelumnya, pada Kamis (22/1), Presiden Trump di atas Air Force One dalam perjalanan menuju Washington, DC dari Davos, Swiss, mengklaim AS telah mengerahkan "banyak kapal" dan "armada besar" menuju Iran sebagai langkah berjaga-jaga. Ia juga menekankan bahwa Washington mengawasi Teheran dengan sangat cermat, dan tidak akan menoleransi upaya apa pun untuk mengembangkan senjata nuklir, seraya memperingatkan potensi tindakan militer jika Iran melanggar larangan program nuklir. Trump bahkan mengklaim bahwa intervensinya telah berhasil menghentikan rencana eksekusi 837 pengunjuk rasa di Iran pekan lalu. Klaim Trump ini muncul di tengah gelombang protes yang melanda Iran sejak 28 Desember lalu akibat memburuknya kondisi ekonomi, inflasi, dan anjloknya nilai mata uang. Protes yang meluas ini memicu bentrokan dengan aparat keamanan, di mana pejabat Iran menuduh AS dan Israel mendukung "perusuh bersenjata," tuduhan yang dibantah keras oleh Washington.

Ancaman Trump dan respons China ini mencerminkan kekhawatiran global akan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Seruan China untuk dialog dan menahan diri menjadi krusial mengingat kompleksitas situasi dan risiko dampak yang meluas. Masyarakat internasional mendambakan penyelesaian diplomatik untuk menghindari konfrontasi militer yang dapat merusak stabilitas regional dan global, serta memperburuk krisis kemanusiaan yang mungkin timbul. Dengan AS terus memantau langkah Teheran dan China menyerukan perdamaian, masa depan hubungan kedua negara adidaya ini dengan Iran akan sangat bergantung pada upaya diplomatik ke depan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.