Arab Saudi Deklarasikan Visi Ambisius di WEF: Siap Jadi 'Ekonomi Penghubung' Dunia
Davos, Swiss – Arab Saudi menunjukkan ambisi besarnya di Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) dengan memproyeksikan diri sebagai "ekonomi penghubung" global. Berbagai menteri Saudi kompak memaparkan strategi Kerajaan untuk memanfaatkan pergeseran rantai pasokan dunia dan menarik investasi. Menteri Perdagangan, Majid A. Al-Kassabi, menegaskan bahwa lokasi strategis Saudi, ditambah sumber daya melimpah, menjadikannya jembatan ekonomi vital yang mampu menghubungkan Afrika, Eropa, dan Asia, sekaligus menjadi pusat logistik kunci. Visi ini muncul seiring pergeseran paradigma perdagangan global dari model "adil" ke "terkelola dan berdasarkan peraturan."
Tak hanya di sektor perdagangan, diversifikasi ekonomi Saudi juga merambah pariwisata dan teknologi. Menteri Pariwisata, Ahmed A. Alkhateeb, menyoroti proyeksi PBB yang memperkirakan kenaikan jumlah wisatawan global menjadi 2 miliar pada 2030, sebuah peluang besar bagi Arab Saudi untuk menarik investor hotel dan penyedia teknologi. Untuk mendukung iklim investasi, Menteri Keuangan, Mohammed A. Aljadaan, menekankan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan bisnis yang dapat diprediksi, memperkuat ketahanan ekonomi, dan memberikan kepercayaan bagi sektor swasta. Sementara itu, di ranah digital, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi, Abdullah A. Alswaha, menggarisbawahi upaya Saudi dalam mengatasi kendala energi dan memori di bidang Kecerdasan Buatan (AI), serta mengajak mitra global untuk mengakselerasi dan memanfaatkan AI bersama Kerajaan.
Visi jangka panjang Saudi juga mencakup kerja sama internasional dan pengembangan sumber daya mineral. Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral, Bandar I. Alkhorayef, menjelaskan pendekatan multilateral Saudi melalui platform seperti Future Minerals Forum yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan global. Menariknya, pada kesempatan yang sama, Global Innovation Platform meluncurkan Kemitraan Inovasi Antara Saudi dan AS, berpusat di Riyadh dan Austin, untuk mempercepat kerja sama bilateral di bidang ilmu hayati, AI, dan manufaktur canggih. Menteri Ekonomi dan Perencanaan, Faisal F. Alibrahim, menegaskan bahwa setiap negara memiliki potensi ekonomi tak terbatas untuk digali sembari menjaga dialog terbuka, sebuah optimisme dalam merancang masa depan. Ini menunjukkan komitmen Saudi untuk menjadi pemain kunci dalam inovasi global, memperkuat posisi Kerajaan sebagai destinasi investasi dan mitra strategis di era ekonomi baru.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.