Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bersama rombongan tak gentar menembus medan sulit untuk meninjau langsung kondisi pengungsi dan dampak bencana banjir bandang di Gampong Leubok Pusaka, Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Wilayah ini dilaporkan terisolasi total akibat putusnya jalur darat sejak akhir November 2025 lalu.
Untuk mencapai lokasi yang porak-poranda dihantam banjir bandang dengan ketinggian air sempat mencapai lebih dari 3 meter, Mendagri Tito Karnavian dan rombongan harus mengandalkan perahu. Mereka mengarungi sungai Krueng Jambo Aye selama kurang lebih satu jam.
Turut mendampingi Mendagri dalam kunjungan menantang ini adalah Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Dirjen Bina Adwil Safrizal, Wakil Gubernur Aceh Fadlullah, serta Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil.
"Mendagri bersama rombongan melihat langsung kondisi pengungsi dan dampak bencana banjir yang melanda Desa Lubok Pusaka dengan menggunakan perahu," terang Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, dihubungi di Banda Aceh pada Kamis.
Muntasir menjelaskan, penggunaan jalur sungai dengan perahu menjadi satu-satunya opsi karena akses darat menuju wilayah terdampak bencana tersebut hingga kini belum dapat dilalui.
Selama kunjungan, rombongan Mendagri, Kepala BNPB, dan Wakil Gubernur Aceh tidak hanya melihat-lihat. Mereka juga menyalurkan bantuan logistik serta bersantap makan siang bersama para pengungsi di posko pengungsian Desa Bandar Pusaka, Dusun Seulemak, memberikan dukungan moral dan material secara langsung.
Selain itu, kunjungan juga difokuskan pada peninjauan progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Gampong Reumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Pembangunan ini menjadi harapan baru bagi para korban bencana untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan dukungan penuh dari Mendagri, Kepala BNPB, serta Wakil Gubernur Aceh dalam upaya penanganan tanggap darurat bencana di wilayahnya.
"Kehadiran Mendagri, Kepala BNPB dan Dirjen Bina Adwil beserta Wakil Gubernur Aceh kedua kalinya dan jajaran Forkopimda merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam upaya membantu masyarakat Aceh Utara yang terdampak, baik melalui penanganan darurat maupun rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana," ujar Bupati Ismail A Jalil.
Ia juga menyuarakan harapan agar Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, serta para donatur dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dapat memberikan perhatian khusus. Tujuannya agar para pengungsi dapat segera dipindahkan dari tenda darurat ke hunian sementara sebelum bulan Ramadan tiba, sehingga mereka bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan nyaman.
Sumber:
Baca Selengkapnya