Siap-siap Mudik Lebaran 2026! KAI Sumut Sediakan Ribuan Kursi, Penjualan Tiket Dimulai Jauh Hari

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara telah menyiapkan ribuan tempat duduk per hari untuk mengantisipasi lonjakan pemudik pada masa angkutan Lebaran 2026. Sebanyak 5.616 kursi harian tersedia untuk melayani masyarakat yang ingin pulang kampung, dengan penjualan tiket yang sudah resmi dibuka sejak 25 Januari lalu. Skema pemesanan tiket jauh hari atau H-45 ini diberlakukan khusus untuk perjalanan kereta api jarak jauh, memungkinkan penumpang mengamankan tiket keberangkatan mulai 11 Maret 2026. Rute favorit seperti KA Sribilah Utama tujuan Medan-Rantau Prapat dan KA Putri Deli tujuan Medan-Tanjungbalai menjadi prioritas dalam kebijakan ini untuk memastikan perjalanan yang lebih terencana dan tertib.

Plt Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa kebijakan pemesanan H-45 ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan kepastian bagi calon penumpang, sehingga mereka bisa lebih santai dalam mengatur jadwal perjalanan mudiknya. Namun, Anwar mengingatkan bahwa terdapat perbedaan aturan pemesanan untuk kereta api lokal. Tiket perjalanan KA Siantar Ekspres rute Medan-Siantar dan KA Datuk Blambangan rute Tebingtinggi-Lalang baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum keberangkatan. Ia menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk jeli membedakan rute dan waktu pemesanan guna menghindari kekeliruan dalam rencana mudik. KAI juga mengimbau calon penumpang agar hanya membeli tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI atau situs web booking.kai.id, sebagai langkah penting untuk menghindari penipuan dan menjamin validitas tiket.

Komitmen KAI dalam menghadirkan perjalanan mudik yang aman, lancar, dan berkesan terlihat dari langkah proaktif peningkatan kapasitas serta optimalisasi sistem tiket (Rail Ticketing System/RTS) yang dilakukan pada 21 Januari 2026, beberapa hari sebelum penjualan tiket dibuka. Peningkatan infrastruktur menggunakan teknologi modern ini bertujuan untuk memperkuat performa seluruh kanal pemesanan, baik kereta api jarak jauh maupun lokal, terutama dalam menghadapi lonjakan transaksi yang sangat tinggi saat 'war tiket' Lebaran. Menurut Anwar, upaya ini krusial untuk meminimalkan risiko kendala teknis dan memastikan aksesibilitas layanan tetap optimal, sehingga masyarakat dapat merencanakan mudik dengan lebih mudah dan nyaman. Langkah strategis KAI ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi jutaan pemudik yang akan kembali ke kampung halaman, memastikan mereka mendapatkan tiket dengan harga resmi dan terhindar dari praktik calo atau penipuan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.