Rotan Indonesia, Dari Kursi Kafe Paris Hingga Jembatan Budaya Global: Simbol Kuat Hubungan Jakarta-Prancis

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Hubungan erat antara Indonesia dan Prancis ternyata tak hanya terjalin lewat diplomasi politik, namun juga melalui sentuhan produk ekonomi kreatif. Tak banyak yang menyangka, rotan dari Indonesia telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari lanskap budaya Prancis, bahkan menjadi penghubung kuat di antara kedua negara. Direktur Institut Français Indonesia (IFI), Jules Irrmann, mengungkapkan bahwa rotan adalah sesuatu yang sangat familiar di Prancis, terlihat di hampir setiap sudut kota, terutama sebagai kursi-kursi ikonis kafe bistro yang menjadi daya tarik wisatawan. Irrmann sendiri mengenang masa kecilnya di Prancis pada akhir tahun 70-an dan awal 80-an yang akrab dengan perabot rotan di rumah, meski ia mengakui bahwa iklim Prancis tidak memungkinkan tanaman rotan tumbuh subur di sana, mengisyaratkan ketergantungan pada impor dari negara tropis seperti Indonesia.

Keterikatan historis ini, menurut Irrmann, menempatkan rotan sebagai ekspor yang sangat menarik bagi Indonesia, yang memiliki pasokan melimpah. Lebih dari sekadar bahan baku, rotan kini juga dikenal ramah lingkungan dan sangat digemari oleh generasi Z, menjadikannya produk dengan potensi pengembangan yang besar di masa depan. Popularitas rotan yang berkelanjutan ini tidak hanya mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen rotan global, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi kreatif dan keberlanjutan bagi para perajin lokal di tanah air. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk mempromosikan produk lokal berkualitas tinggi dan memperluas jangkauan pasar global, sekaligus memupuk diplomasi budaya melalui keindahan kerajinan tangan.

Untuk memperkuat ikatan budaya ini, IFI berkolaborasi dengan Milou, Kinderkloud, dan jenama promosi wisata nasional "Wonderful Indonesia" meluncurkan buku anak berjudul "Woven Worlds". Buku ini dirancang untuk menampilkan kekayaan budaya dan keahlian kerajinan rotan Indonesia, khususnya yang berakar kuat pada pengetahuan lokal dan tradisi di Jawa, Jakarta, dan Cirebon. "Rotan bukan hanya sebagai material, tetapi juga sebagai simbol, jembatan antara kerajinan pedesaan dan desain perkotaan, antara warisan lokal dan narasi kreatif global," pungkas Irrmann, menegaskan makna mendalam di balik serat alami ini. Melalui ilustrasi, tekstur, dan nilai-nilai bersama, "Woven Worlds" secara lembut namun kuat menceritakan bagaimana dua budaya, Indonesia dan Prancis, dapat bertemu, belajar, dan tumbuh bersama, menempatkan anak-anak sebagai pusat dialog lintas budaya yang inspiratif.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.